Wisata Pantai Papuma Jember, Biasa !! - Dirga

Wisata Pantai Papuma Jember, Biasa !!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Wisata Pantai Papuma Jember – Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin . . . . .

Nah, karena masih bernuansa Idul Fitri, kali ini saya coba membagi pengalaman atau mungkin liburan saya di Hari Raya Idul Fitri kemarin. Lama tidak bikin postingan di blog saya ini, mungkin sekarang keadaan blog ini masih berdebu. Tolong bersihin ya.

Tidak ada postingan tutorial atau tips soal teknologi sekarang tetapi postingan tentang liburan. Ya satu aja daripada bikin postingan yang serius terus. Wisata Pantai Papuma Jember dan Watu Ulo.

Kamis pagi kemarin, Hari Raya kedua, saya dan keluarga besar (badannya yang besar-besar) berangkat dari Surabaya tepatnya jam 07.00. Bermodal 2 mobil (1 si LeGXi dan 1 sedang corolla), saya langsung memacu LeGXi di jalan tol Waru – Porong. Karena kapasitas LeGXi yang diisi penuh 8 orang berbadan tidak biasa, akhirnya maju si LeGXi agak tersendat. Iya, agak pelan.

Perjalanan Porong – Probolinggo sangat-sangat lancar dan berhenti sebentar untuk sarapan. Setelah sampai jalur lingkar luar Probolinggo, barulah terkena macet yang lumayan membuat sakit kepala. Jalan 1,5 km ditempuh hingga 30 menit, dan yang terjadi nampaknya ada bus yang mogok ditambah dengan perempatan lampu merah. Panas.

Masuk Probolinggo arah Lumajang, berhenti terlebih dahulu memberikan nafas si LeGXi untuk berjaga-jaga macet lagi di depan (melihat Google Maps merah panjang). Pom bensin dan Alfamart menjadi tempat ternyaman saat itu. Belum lagi saya yang dari macet tadi menahan kencing karena memang kondisi tidak memungkinkan untuk langsung kencing, toilet menjadi tujuan utama di Alfamart.

Baca juga 3 Laptop untuk Desain Grafis dengan Harga Terjangkau

Akhirnya, macet juga di daerah Leces hingga kurang lebih 4km. Cuaca panas menambah saya semakin tidak sabar. Buka jalur di kanan dan kiri menerobos barisan di depan. Ditegur polisi karena tidak boleh menyalip, bodoh amat, akhirnya jam 12 siang (di pom bensin jam 11) lepas dari cengkraman macet yang mengerikan karena panas tidak karuan, sampai juga di masjid untuk sholat Dhuhur dan melepas lelah. Macetnya disebabkan karena jalur sempit dan perlintasan kereta api.

Lanjut hingga Jember, Alhamdulillah tidak ada kendala selain saya yang sering masuk pom bensin karena kebelet pipis. Sebenarnya lepas macet, jarak ke Jember masih sangat jauh, kira-kira 2 jam baru masuk Jember.

Penginapan Nyaman di Jember

Setelah masuk Jember, langsung masuk ke penginapan yang sudah dipesan tante saya di daerah jalan nama-nama Sunan. Letaknya sangat menyempit atau masuk gang. Tetapi, di dalam area penginapan ada parkir mobil yang sangat luas, cocok untuk resepsi pernikahan kita nanti.

Kita menginap di JC Homestay Jember. Dapat kamar yang AC tanpa air panas seharga Rp. 200.000 + extra bed Rp. 50.000. JC Homestay Jember ini penginapan nyaman dan bersih yang ada di Jember. Meski letak homestaynya menyelimpit di gang-gang, tetapi suasannya enak untuk istirahat, sepi, tenang, dan mencekam (bercanda). Depan penginapan adalah rumah kosong, tetapi tidak seram.

Penginapannya bersih banget padahal kata yang punya, pegawai yang kerja hanya 1 orang karena yang lain sedang pulang kampung. Ada sekitar 3 kamar dengan berbagai macam ukuran. Pokok e mantap abis gentak gentak joss.

Wisata Pantai Papuma Jember dan Watu Ulo

Esok pagi, kami bersiap pukul 7 pagi untuk berangkat ke wisata pantai papuma Jember yang letaknya sekitar 1 jam dari homestay. Lewat desa-desa dan jalan berlubang (bermodalkan Google Maps) sampai juga di Papuma Jember. Tetapi, karena terlalu mengandalkan Google Maps, kita masuk Pantai Papuma Jember lewat Pantai Watu Ulo, jadi kita bayar 2x, bayar masuk di Pantai Watu Ulo dan Papuma. Total untuk di mobil saya Rp. 250 ribu (8 orang dewasa).

Karena masih pagi, suasana di Papuma masih agak sepi. Duduk-duduk di tenda yang disewakan warga sekitar ditambah menyewa alas duduk (sewa tenda Rp. 20 ribu, sewa karpet duduk Rp. 10 ribu) karena terik matahari yang menyinari bumi ini terlalu kuat. Udah deh, melihat pantai seperti biasa dan orang-orang berselfie ria termasuk keluarga, saya hanya tidur-tiduran karena memang masih capek menyetir LeGXi dalam menerabas kemacetan kemarinnnya.

Siang dikit rencana geser ke arah gunung batu yang menjadi ikon Papuma, tetapi suasana saat itu ramai dan parkir penuh jadinya langsung balik ke Watu Ulo untuk makan siang.

Jaraknya tidak begitu jauh, hanya bersebelahan, tetapi turun dikit. Sampai di Watu Ulo, hanya tiduran karena memang di Papuma sudah capek lari-lari. Saya mah ya tiduran saja di tikar yang menyewa seharga Rp. 10 ribu. Berleha-leha di bawah pohon pinggir pantai bikin tidur.

Tidak lama ditawarin menu makanan sama yang menyewakan tikar, nasi rawon dan soto Rp. 1o ribu saja (kalau beli langsung di warungnya Rp. 8 ribu). Karena letak leha-leha kita agak jauh dari warungnya akhirnya titip yang punya tikar saja untuk dibelikan. Makan deh.

Kenapa di judul saya beri biasa? Ya, karena saya masih belum terlalu jauh menyelami bentuk tubuh Papuma ini secara dalam karena memang bersama keluarga tidak bisa terlalu menggerayangi suasana. Hiks.

Skip, balik homestay, tidur. Yang lain beli oleh-oleh.

Besok pagi, balik Surabaya, nggak macet. Tetapi, tidak langsung ke Surabaya, belok sedikit ke Mojokerto untuk nyekar (tabur bunga) di makam bapak tercinta. Sorenya balik Surabaya.

Foto wisata pantai papuma jember (sumber dokumentasi pribadi, banyak selfienya dan yang foto-foto adik dan keluarga saya, saya tidur)

wisata pantai papuma jember

wisata pantai papuma jember

wisata pantai papuma jember

wisata pantai papuma jember

wisata pantai papuma jember

wisata pantai papuma jember

wisata pantai papuma jember

wisata pantai papuma jember

wisata pantai papuma jember

 

 

Wisata Pantai Watu Ulo, banyak foto selfienya, jadi saya kasih yang pemandangan biasa saja. Saya lagi tiduran.

wisata pantai papuma jember

 

Share.

5 Comments

  1. Boleh juga ya, ini destinasi. Saya kalo liburan selalu di Malang. Malang, Malang, dan Malang. Hahaha, mungkin lain waktu bisa jadi destinasi liburan saya selanjutnya 😀

Leave A Reply