Skripsi Kelar, Badan Tepar - Dirga

Skripsi Kelar, Badan Tepar

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +
[et_pb_section fb_built=”1″ custom_padding=”0px|0px|20px|0px” admin_label=”section”][et_pb_row custom_padding=”0px|0px|0px|0px” custom_margin=”-30px|||”][et_pb_column type=”4_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text]

Skripsi menjadi salah satu pelajaran penting bagi saya dalam menjalani sebuah permasalahan dalam hidup yang datang. Karena skripsi, saya pun sempat merasakan yang namanya tekanan batin. Salah satu tekanan batin yang terus-menerus ada adalah pertanyaan “kapan lulus?“. Mungkin tidak hanya saya saja.

Disaat skripsi itulah, produktifitas yang seharusnya sedang tinggi-tingginya, malah turun tidak karuan pada diri saya. Penyebab utamanya adalah malas. Penyakit umum, tetapi obatnya bisa berbeda-beda tiap orang. Puncaknya adalah beberapa minggu lalu yang mengharuskan saya untuk berisitirahat total selama seminggu lebih.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row custom_padding=”5px|0px|0px|0px”][et_pb_column type=”1_3″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_image src=”http://dirga.net/wp-content/uploads/2017/05/Tugas-Akhir.png” max_width_last_edited=”on|desktop” custom_margin=”25px|||”][/et_pb_image][/et_pb_column][et_pb_column type=”2_3″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text]

Memang, tekanan batin yang ada selama skripsi sudah menghilang semenjak dosen pembimbing langsung menyetujui buku skripsi saya meskipun memang banyak yang kurang benar. Berhubung aplikasi yang saya buat dirasa “baru” dan mengusung teknologi yang dirasa sulit, jadinya ya oke-oke saja. Lulus, dan wisuda. Tekanan batin musnah.

Sayangnya, muncul pertanyaan baru yang perlahan memasuki relung hati yang paling dalam. “Kerja dimana?“. Dan, jawaban yang saya utarakan pertama adalah “ke Bandung dulu deh liburan sebentar siapa tahu ketemu jodoh” *sayangnya dia ke surabaya*.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row custom_padding=”4px|0px|6px|0px”][et_pb_column type=”4_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text]

Pemilihan transportasi kereta api dirasa tepat karena memang harga sedikit lebih murah. Sayangnya itu hanya berlaku untuk pergi ke Bandung saja. Baliknya? Menjadi awal badan sedikit mulai goyah. Setelah skripsi, sekarang kerjaan.

Benar, semua butuh proses. Begitu juga penyakit untuk melumpuhkan sistem imun saya juga butuh proses. Hal ini tentu saja karena selama waktu pengerjaan skripsi, saya mengurung diri di kamar dan lebih sering duduk. Lebih sering duduk dan menghadap laptop karena memang sering bermain game, bukan skripsi. Jarang olahraga, makan telat, dan sedikit untuk bergerak.

Untungnya, skripsi bisa kelar dalam waktu 1 bulan saja, sudah termasuk pembuatan aplikasi dan pembuatan buku skripsi. Iya, saya ngaku kalau dibantu ketika buat aplikasinya. Langsung saya berikan ke dosen pembimbing, dan langsung disetujui tanpa banyak basa-basi. Alasannya biar cepat lulus, jangan kebanyakan angkatan tua.

Sidang, dan lulus dengan baik. Aplikasi berjalan lancar meski memang ada beberapa kode program yang belum jalan, tetapi sudah termasuk sangat baik. Menjelang wisuda, badan semakin tidak bisa untuk diajak kompromi olahraga sebentar. Bukan sakit, tetapi malas. Mungkin karena kebiasaan selama skripsi badan diajak duduk terus-menerus jadinya semakin loyo dan semakin malas.

Wisuda akhirnya datang. Senyum bahagia datang dari Ibu dan adik. Alhamdulillah putus dari kampus meskipun sedikit kenangan yang membekas disana. Ucap syukur dan rona bahagia terus mengembang dalam diri ini hingga beberapa jam setelah keluar dari gedung wisuda karena saudara-saudara sudah bertanya “kerja dimana?“.

Selain saudara, teman-teman Ibu dan Alm. Bapak juga pada bertanya sehingga membuatku kehilangan jati diri kembali setelah adanya pertanyaan “kapan lulus?”. Memang, namanya manusia itu tidak pernah puas.

Akhirnya, setelah berpikir sejenak, saya memutuskan untuk berlibur terlebih dahulu ke Bandung, sekalian mencari lowongan kerja di bursa karir ITB. Naik kereta dari Stasiun Gubeng, berangkat malam dengan memilih kelas bisnis agar uang jajan di Bandung lebih banyak. 14 jam didalam kereta yang bergoyang ternyata membuat capek. Sampai Bandung pun sudah pukul 9 pagi. Dijemput teman, dan akhirnya langsung menuju ke tempat wisata pertama, Tangkuban Perahu.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row custom_padding=”0px|0px|5px|0px”][et_pb_column type=”4_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_image src=”http://dirga.net/wp-content/uploads/2017/05/tangkuban-perahu.jpg” custom_margin=”|||”][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row custom_padding=”0px|0px|7px|0px”][et_pb_column type=”4_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text]

Sebenarnya, untuk memulai perjalan menggunakan kereta, saya sedikit was-was soal kondisi badan karena memang jarang olahraga dan jarang beraktifitas, takutnya malah mabuk dan sakit. Alhamdulillah sampai Bandung masih semangat.

Di Tangkuban Perahu pun naik turun jalan kaki. Mulai waspada soal kondisi fisik, sakit di Bandung ya repot juga. Bismillah saja sehat dan kuat jalan-jalan. Yang ditakutkan pun datang saat perjalanan balik ke kos. Pusing dan mual karena belum makan. Untung sedia permen dan teman membawa kerupuk pedas khas Bandung katanya. Sebelum balik, kita mencoba cari warung pinggir jalan yang murah, Upnormal.

Malamnya pun sempat ke bar karena ada yang bilang kalau ke Bandung tidak elok kalau belum ke bar. Oke siap, sampai tengah malam dengan kondisi badan belum istirahat sama sekali sejak di kereta. Balik ke kos langsung tidur.

Di Bandung banyak jalan kaki, tetapi ketika tidur tidak merasa seperti sakit nyeri di bagian otot kaki. Padahal kalau di Surabaya, jalan sedikit beli gas malamnya sudah nyeri semua. Ini berlebihan memang. Entah pengaruh udara di Bandung yang dingin atau stimulasi otak yang tidak memikirkan akan sakit membuat tubuh sehat saja selama di Bandung.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row custom_padding=”7px|0px|7px|0px”][et_pb_column type=”4_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_image src=”http://dirga.net/wp-content/uploads/2017/05/gedung-merdeka-e1495255382750.jpg”][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row custom_padding=”7px|0px|26px|0px”][et_pb_column type=”4_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text]

Balik ke Surabaya juga naik kereta dengan keadaan sendirian karena teman saya menambah 1 hari di Bandung. Sampai rumah dengan selamat namun beberapa saat kemudian kepala terasa berat. Alamat sudah mulai ada bayang-bayang untuk tepar. Bagaimana tidak, kepala terasa berat hampir semingguan, tetapi beberapa hari itu saya paksa untuk berlari-lari kecil agar badan sedikit lebih bergerak.

Kepala pusing menghilang, dan seminggu setelah itu, ketika selesai membuat artikel di blog, malamnya badan terasa menggigil dengan pundak terasa kaku. Seperti mantan yang habis putus. Malam tidak bisa tidur dan paginya mata langsung bengkak seperti alergi. Anehnya saat keadaan itu, kepala tidak pusing hanya badan terasa sakit semua.

Karena sampai sore badan masih tidak enak, berkunjunglah saya ke dokter langganan. Minta suntik vitamin dan diberi antibiotik. Sudah mikir penyakit yang aneh-aneh, karena memang dasarnya saya suka berpikiran aneh-aneh malah membuat badan semakin tidak karuan dan tidak kunjung membaik. Puncaknya beberapa hari kemudian, kencing tetapi kencinya kuning sangat. Langsung pikiran menuju ke Alm. Bapak. Bapak dipanggil Allah SWT karena penyakit sirosis atau kanker hati dimana ciri-ciri salah satunya adalah warna urin kuning pekat. Dan, pas setelah kencing, ulu hati atau lambung saya tidak tahu, terasa sakit seperti ketarik.

Panik iya, takut iya. Langsung esoknya mencoba periksa darah untuk cek liver. Sore hasil jadi, langsung buka di laboratorium ternyata hasilnya memang diatas normal. Alamat. Keringat dingin langsung keluar, tanya-tanya pegawai laboratorium dan disarankan untuk cek HBsAg, cek adanya hepatitis atau tidak. 30 menit di laboratorium badan sudah lemas ingin pingsan meskipun perawatnya bilang ini bisa disebabkan juga pengaruh obat. Memang saya sebelumnya minum obat tetapi yang namanya juga sudah khawatir. Alhamdulillah cek HBsAg dinyatakan negatif atau tidak ada virus hepatitis.

Lega sangat meski memang masih kepikiran soal penyakit Alm. Bapak yang katanya bisa menurun. Perut memang masih sakit tetapi perlahan coba tidak memikirkan soal penyakit ganas itu, anggap penyakit lambung atau maag biasa.

Mulai saat itu, saya coba cari alternatif untuk menjaga kesehatan hati dimana pilihan jatuh kepada Herbadrink temulawak yang memang ketika merawat Bapak, teman-teman beliau menyarankan untuk menggunakan temulawak sebagai obat kanker hepatitis.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row custom_padding=”26px|0px|0px|0px”][et_pb_column type=”4_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_image src=”http://dirga.net/wp-content/uploads/2017/05/manfaat-temulawak.png”][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row custom_padding=”0px|0px|26px|0px”][et_pb_column type=”4_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text text_orientation=”center” text_font=”Lobster Two||||” text_font_size=”32px” text_font_size_last_edited=”on|desktop” text_letter_spacing=”13px” header_font=”||||” header_font_size=”40px” header_line_height=”1.2em” background_color=”rgba(237,240,0,0.53)” custom_margin=”|||”]

Kenapa Herbadrink?

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row custom_padding=”0px|0px|0px|0px”][et_pb_column type=”4_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text]

Herbadrink ini adalah minuman herbal yang alami dengan bahan tradisional Indonesia yang dipadukan dengan teknologi modern namun tetap mempertahankan manfaat alaminya. Kemasan yang praktis tinggal seduh, membuat kita tidak perlu khawatir soal kehigienisannya, selain itu tentu saja tanpa pengawet dan tanpa endapan yang membuat rasanya semakin segar dan enak.

Nah, herbadrink ini ada 7 varian produk kemasan, yaitu Sari Jahe, Sari Temulawak, Kunyit Asam, Kunyit Asam Sirih Plus Madu, Chrysanthemum, Beras Kencur dan Kopi Ginseng.

Saya memilih yang Herbadrink Sari Temulawak. Kenapa?

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row custom_padding=”15px|0px|26px|0px”][et_pb_column type=”1_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_blurb title=”Tanpa Pengawet” use_icon=”on” font_icon=”%%93%%” text_orientation=”center” header_font=”Happy Monkey||||” header_font_size=”17px” header_line_height=”1.1em” body_font_size=”9px” custom_margin=”|||”][/et_pb_blurb][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_blurb title=”Memelihara Fungsi Hati” use_icon=”on” font_icon=”%%141%%” text_orientation=”center” header_font=”Happy Monkey||||” header_font_size=”17px”][/et_pb_blurb][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_blurb title=”Menjaga Daya Tahan” use_icon=”on” font_icon=”%%29%%” text_orientation=”center” header_font=”Happy Monkey||||” header_font_size=”17px”][/et_pb_blurb][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_blurb title=”Tinggal Seduh” use_icon=”on” font_icon=”%%154%%” text_orientation=”center” header_font=”Happy Monkey||||” header_font_size=”17px”][/et_pb_blurb][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row custom_padding=”26px|0px|0px|0px”][et_pb_column type=”1_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_blurb title=”Higienis” use_icon=”on” font_icon=”%%151%%” text_orientation=”center” header_font=”Happy Monkey||||” header_font_size=”17px”][/et_pb_blurb][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_blurb title=”Mengandung Sukralosa” use_icon=”on” font_icon=”%%103%%” text_orientation=”center” header_font=”Happy Monkey||||” header_font_size=”17px”][/et_pb_blurb][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_blurb title=”Disetujui BPOM” use_icon=”on” font_icon=”%%57%%” text_orientation=”center” header_font=”Happy Monkey||||” header_font_size=”17px”][/et_pb_blurb][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_blurb title=”Menjaga Kadar Kolesterol” use_icon=”on” font_icon=”%%135%%” text_orientation=”center” header_font=”Happy Monkey||||” header_font_size=”17px”][/et_pb_blurb][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row custom_padding=”0px|0px|26px|0px”][et_pb_column type=”4_4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text]

Terlihat jelas kalau temulawak dapat menjaga fungsi hati. Tentu ini yang saya butuhkan, karena menurut dokter yang menangani Alm. Bapak dulu, penyakit seperti ini harusnya muncul sejak 20 tahun yang lalu, dan itu bisa terus menyerang kalau tidak ada penjaganya di tubuh kita. Oleh karenanya, memilih temulawak untuk menjaga kondisi tubuh dan fungsi hati bisa dibilang tepat mumpung umur masih muda. Efek dari Herbadrink Sari Temulawak ini bagaimana?

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row][et_pb_column type=”1_3″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_number_counter title=”Hari” number=”1″ percent_sign=”off” title_font=”Nunito|||on|” title_font_size=”23px”][/et_pb_number_counter][/et_pb_column][et_pb_column type=”2_3″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text]

Pertama kali minum dengan paduan air panas yang tidak terlalu panas karena Surabaya hawanya sudah panas, aroma yang muncul sangat temulawak banget tetapi tidak menusuk ke hidung, cukup temanku saja yang menusuk saya dari belakang.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row][et_pb_column type=”1_3″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_number_counter title=”Hari” number=”2″ percent_sign=”off” title_font=”Nunito|||on|” title_font_size=”23px”][/et_pb_number_counter][/et_pb_column][et_pb_column type=”2_3″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text]

Esok malam mencoba lagi yang kedua. Biasanya yang kedua itu pasti tidak enak. Bukan karena sudah berpengalaman, tetapi sering mendengar dari teman-teman kalau kedua itu tidak enak. Ajaibnya ini tidak berlaku pada Herbadrink Sari Temulawak ini. Rasanya malah lebih enak.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row][et_pb_column type=”1_3″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_number_counter title=”Hari” number=”3″ percent_sign=”off” title_font=”Nunito|||on|” title_font_size=”23px”][/et_pb_number_counter][/et_pb_column][et_pb_column type=”2_3″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text]

Hari ketiga mencoba Herbadrink Sari Temulawak terasa semakin segar. Tidur malam yang biasanya sering bangun, setelah 3 kali minum tidur sedikit lebih nyenyak meskipun masih bangun tengah malam.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row][et_pb_column type=”1_3″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_number_counter title=”Hari” number=”4″ percent_sign=”off” title_font=”Nunito|||on|” title_font_size=”23px”][/et_pb_number_counter][/et_pb_column][et_pb_column type=”2_3″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text]

Memasuki hari keempat, bangun tidur di pagi hari terasa enakan. Memulai aktifitas juga sedikit lebih segar dan bergairah. Hal ini tentu saya gunakan untuk sedikit olahraga yang sebelumnya setelah bangun terasa kurang bersemangat.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row][et_pb_column type=”1_3″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_number_counter title=”Hari” number=”5″ percent_sign=”off” title_font=”Nunito|||on|” title_font_size=”23px”][/et_pb_number_counter][/et_pb_column][et_pb_column type=”2_3″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text]

Setelah 5 hari minum Herbadrink Sari Temulawak, ternyata badan semakin lebih segar dan lebih semangat. Tapi, tetap saja malasnya masih ada. Beda obatnya. Terkait masalah perut yang sebelumnya juga perlahan hilang, dan tidur pun semakin lebih nyenyak.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row][et_pb_column type=”1_2″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text]

Skripsi, kurang olahraga, stress, skripsi kelar, stress lagi, cari kerja, jalan-jalan, terlalu capek, tepar. Siklus yang tidak sehat.

Memang, menjaga daya tubuh adalah hal yang tidak gampang, oleh karenanya mumpung masih muda, olahraga teratur, makan bergizi, tidur tepat waktu, dan selalu berdoa agar diberikan kesehatan oleh Sang Pencipta.

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_image src=”http://dirga.net/wp-content/uploads/2017/05/herbadrink-sari-temulawak.jpg” custom_margin=”-30px|||”][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]
Share.

2 Comments

Leave A Reply