Surabaya, Surabaya, oh Surabaya
kota kenangan, kota kenangan
takkan terlupa
Di sanalah, di sanalah, di Surabaya
pertama lah, tuk yang pertama
kami berjumpa

Salah satu lagu perjuangan yang dimainkan oleh peserta drum band ketika saya sedang melihat parade bunga dan budaya, Surabaya Vaganza 2018 minggu lalu. Lagu ciptaan Titik Hamzah ini tentu saja akan membuat warga Surabaya merinding ketika mendengarnya, apalagi akan ada acara spesial di Surabaya nanti.

Yap, bila sudah ada parade bunga dan budaya di Surabaya, bisa dipastikan kalau Surabaya sedang ada gawe. Ini menjadi salah satu rangkaian untuk menyambut hari jadi kota Surabaya yang ke 725 pada tanggal 31 Mei 2018. Pemerintah kota Surabaya sudah menyiapkan berbagai macam acara-acara seru yang bisa kita datangi, diantaranya adalah parade bunga dan budaya, Festival Rujak Uleg, Pasar Malam Tjap Toendjoengan, Surabaya Fashion Parade, dan masih banyak lagi. Semua acara ini masuknya gratis, yang banyak hanya kalau ingin membeli makan minum, parkir, dan kebutuhan lainnya.

Kembali lagi ke parade bunga dan budaya, Surabaya Vaganza 2018 yang mana menurut salah satu petugas di lapangan ketika saya menanyakan jumlah peserta yang ikut, kurang lebih ada sekitar 83 peserta dengan gabungan kendaraan hias juga parade budaya juga drum band.

Untuk rute yang dilewati adalah rute yang sama setiap tahunnya, mulai dari Tugu Pahlawan – Jl. Kramat Gantung – Jalan Gemblongan – Jalan Tunjungan – Jalan Gubernur Suryo – Jalan Panglima Sudirman – Jalan Darmo – Taman Bungkul. Jaraknya sekitar lima kilometer lebih sedikit, dan tentu jarak ini bisa dibilang tantangan tersendiri untuk para peserta parade.

Jadwal acara dimulai adalah jam 08.00, yang mana saya harus bersiap di lokasi kurang lebih pukul 07.00. Lumayan 1 jam menunggu sambil memandangi warga Surabaya yang mulai memadati area sekitar Jalan Tunjungan. Petugas Satpol PP, polisi, anggota Linmas, anggota Dishub sibuk mengatur jalur parade dan agar warga yang hendak menonton dapat tertib, juga bisa nyaman antara peserta dan warga.

Parade pun dimulai dengan mobil polisi yang diikuti anggota Satpol PP bersepatu roda. Peserta pertama adalah Paskibraka, kemudian ada Pembawa Bendera Kota Surabaya dengan gagah melintasi Jalan Tunjungan.

Dah mulai paradenya

Anggota Paskibraka

Gagahnya Anggota Paskibraka

Pembawa Bendera Kota Surabaya

Peserta selanjutnya adalah drum band dari SMPN 1 Kota Surabaya. Kabarnya, drum band SMPN 1 Surabaya ini langganan juara drum band di Indonesia, lho.

Drum Band SMPN 1 Kota Surabaya

Keren nggak?

Kemudian, ada dari Komunitas Bali Banjar Surabaya. Ini isinya tentang kebudayaan Bali, ada barong dan penari Bali.

Disusula dengan peserta dari Kabupaten Bogor dan Iskcon (Sakkhi) Surabaya atau yang artinya adalah Masyarakat Kesadaran Krishna Internasional juga ikut meramaikan Surabaya Vaganza 2018.

Selanjutnya adalah yang ditunggu-tunggu sebagian besar warga Surabaya, khususnya yang datang untuk menyaksikan parade bunga dan budaya ini. Drum band dari Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya. Drum band Poltekbang ini juga menunjukkan atraksi-atraksi keren, lho. Mau lihat?

Drum Band Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya

Atraksi Drum Band Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya

Atraksi Drum Band Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya

Atraksi Drum Band Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya

Bonus

Mau lagi? Atraksi berikutnya datang dari Politeknik Pelayaran (Poltekpel). Tidak beda jauh dengan Politeknik Penerbangan, tetapi sama KERENnya kok.

Nah, rombongan berikutnya adalah rombongan kendaraan hias dan diikuti oleh masing-masing sumber daya manusianya. Mulai dari perwakilan negara sahabat, perusahaan-perusahaan di Surabaya, berbagai perguruan tinggi di Surabaya, hingga dinas pelayanan masyarakat turut andil dalam Surabaya Vaganza 2018 ini.

Kendaraan hias diawali dari Bank Mandiri.

Lanjut banyak peserta kendaraan hias akan saya rangkum sesuai urutan parade dalam foto-foto dibawah ini :

Masih ada romobongan terakhir dan membuat kejutan untuk warga yang sudah semakin kepanasan karena memang matahari kemarin sangatlah terik. Kejutan ini datang dari Drum Band Universitas Hang Tuah dengan atraksi yang tidak kalah dengan politebang dan peltekpel.

 

Biasanya yang terakhir adalah yang spesial

Rombongan paling akhir, petugas kebersihan Surabaya, yang mana inilah awal dari Surabaya bisa sangat maju saat ini, yang terus menjaga kebersihan kota tercinta, Surabaya, yang menjadi awal Surabaya dikenal oleh dunia. Surabaya dikenal sebagai kota yang bersih dan indah, juga nyaman. Taman, trotoar, jalanan, dan masih banyak lagi. Inilah pahlawan Surabaya saat ini :


Melihat antusiasme masyarakat Surabaya menyaksikan Surabaya Vaganza ini meski dihadang teriknya matahari, tentu acara-acara seperti inilah yang terus dinantikan sebagai alternatif hiburan dan seakan-akan menyatakan kalau Surabaya itu Bhinneka Tunggal Ika. Semoga acara-acara yang diadakan oleh Surabaya bisa menjadi lirikan wisatawan mancanegara agar Surabaya bisa lebih dikenal di luar negeri.

Acara Surabaya Vaganza 2018 diperkirakan akan selesai pukul 12.00 di Taman Bungkul dengan dihadiri oleh Bu Risma juga ada perwakilan dari UNICEF yang turut serta menonton Surabaya Vaganza 2018. Sebenarnya saya ingin melihat penutupannya, akan tetapi sudah sangat lelah karena memang panas sekali. Meskipun sedikit menyesal karena di Taman Bungkul lebih meriah acaranya tetapi sangat puas melihat paradenya yang meriah dan wah.