Pertanyaan Template yang Sering Ditanyakan kepada Blogger

Blog Itu Ngapain, Mas?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Pertanyaan Template yang Sering Ditanyakan Kepada Blogger – Mas dan mbaknya kalau seorang blogger pasti akan sering mendapatkan pertanyaan-pertanyaan seperti di bawah ini.

Pertanyaan-pertanyaan template yang biasanya ditanyakan oleh orang yang ingin terjun ke dunia blog. Atau pemula ingin ngeblog.

Dan, aku rasa ini adalah aktifitas yang umum, yang memang harus dijawab karena agar aku dan mas mbaknya terlihat lebih menguasai soal blog. Hehe. .

Ketika mas dan mbaknya terjun ke dunia blog, tentu harus melihat bagaimana kerja dengan blog, menghasilkan uang dari blog, atau mendapatkan kesenangan tersendiri dari blog.

Blog ini tidak bisa diprediksi ke depan dan membutuhkan perjuangan sama layaknya kerja di dunia nyata. Lebih menguras pikiran dan tenaga.

Lawan yang dihadapi adalah sistem Google dimana bisa melakukan tindakan seenaknya kalau memang dirasa mereka, kehadiran mas dan mbaknya membawa dampak buruk di internet.

Enaknya kerja online seperti blog begini, tidak ada paksaan dan tidak memiliki jadwal yang rutin layaknya kerja kantoran. Bebas dan tetap mendapatkan uang. Kalau sudah profesional, sih.

[bctt tweet=”Kerja sarungan, gaji karungan.” username=”diirrga”]

Kata-kata yang biasa dianalogikan oleh para blogger profesional atau kalangan internet marketing yang sudah kelas tinggi.

Pertanyaan Template yang Biasa Ditanyakan kepada Blogger

pertanyaan template

#1. Blog Itu Ngapain

“Mas, blog itu ngapain?”
“Mas, blog itu pekerjaan yang gimana?”
“Mas, blog itu apa?”
“Mas, gara-gara blog, masnya jadi jomblo ya? Hihihi”

Blog itu ngapain? Blog itu buat apa? Blog itu kerjaan apa?

Jadi, menurut aku blog itu semacam diary yang berbentuk online. Gampangnya gitu.

Bisa juga disebut catatan. Catatan yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain yang ada di internet.

Nah, di dalam catatan atau diary itu, mas dan mbaknya bisa menuliskan apapun tergantung pemilihan tema blog yang dipahami.

Misal, mas dan mbaknya suka masak. Masak-masak sendiri, makan-makan sendiri.

Dengan mas dan mbaknya suka masak, tentu mas dan mbaknya kadang memiliki resep tersendiri, bukan? Bisa itu ditulis di blognya agar dibaca orang lain dan ikut resepnya mas dan mbaknya.

Kalau mas dan mbaknya suka baca buku, mas dan mbaknya bisa menuliskan review atau cerita pendek soal buku yang sudah pernah dibaca.

Atau kalau mas dan mbaknya suka olahraga, mas dan mbaknya bisa membagikan tips sehat atau tips olahraga yang baik menurut mas dan mbaknya sendiri.

Tetapi, jangan lupa untuk terus menyajikan yang menarik, unik dan selalu terbaru agar tidak terlihat ketinggalan jaman atau blognya tidak terawat.

Blog itu juga pekerjaan. Jangan salah kalau sekarang semakin banyak orang yang menjadikan blog sebagai pekerjaan utama. Masalah gaji?

Kalau sudah menjadi blogger profesional, melihat gaji karyawan kantoran mungkin akan diketawain.

#2. Seberapa Sering Harus Update Blog

Pertanyaan umum yang kedua. Kapan dan seberapa sering blog itu harus dirawat dengan diberikan konten terbaru.

Ketika ngeblog, artikel yang ditulis secara reguler atau terjadwal menjadi prioritas ketika ditanya soal seberapa sering update blog.

Menengok ke artikel soal seberapa sering update blog, pemilik blog harus bisa memprediksi dan menganalisis apakah pengunjung nyaman dengan cara yang sudah dipilih.

Misal, mas dan mbaknya menetapkan waktu update mingguan, setiap minggu ada 1 artikel. Setelah diperbarui ternyata pengunjung blog masih juga banyak. Berarti caranya sudah benar.

Atau kalau rajin menulis, mas dan mbaknya menulis artikel setiap hari dan pengunjung masih tetap stabil atau bahkan naik, berarti cara mas dan mbaknya juga sudah benar.

Selalu lihat bagaimana traffic yang datang ketika update artikel. Coba sendiri bagaimana kalau dari update harian menjadi update 3 harian atau mingguan.

Perkembangannya akan menurun, stabil, atau naik. Tentukan cara sendiri dengan selalu mencoba meski kadang gagal.

#3. Berapa Panjang Artikel yang Harus Dibuat

Pertanyaan ini berdasarkan pengalaman masing-masing. Tidak ada yang bisa memastikan.

Ada yang bilang konten sedikit itu lebih enak dibaca, yang penting intinya masuk.

Ada yang bilang konten panjang lebih disayang sama mbah Google karena penjelasan lebih mendetail.

Mas dan mbaknya pernah menemui blog atau situs di halaman 1 Google tetapi isinya hanya sedikit? Pasti kan?

Mas dan mbaknya pernah menemui blog atau situs di halaman 1 Google tetapi isinya sepanjang jalan kenangan? Pasti pernah juga kan?

Bingung mau pilih panjang tetapi enak, atau pendek tetapi langsung menusuk.

Di blog aku ini, dulu aku target banyak kata kunci dengan artikel kebanyakan 300 kata. Karena kata kunci yang aku targetkan tidak terlalu susah.

Lantas hasilnya apa? 3 bulan hanya beberapa yang masuk ke halaman 1 Google.

Kenapa harus halaman 1 Google? Ya karena ingin mengejar traffic. Traffic tinggi, pendapatan naik. Jelas.

Ketika datang ke sebuah acara yang diadakan Oppo untuk membahas spesifikasi Oppo F1s kemarin, aku bertemu salah satu pakar SEO.

“Mas, sekarang ini lebih enak pake artikel berapa kata?”

Masnya jawab, kalau bisa minimal sih 500 kata untuk sekarang, yang penting enak dibaca. Tetapi, bisa saja dengan 500 kurang, bisa dapat halaman 1 Google.

Disarankan menggunakan 500 kata.

panjang artikel blog seo

Akhirnya aku coba tulis 500 kata, mungkin lebih dengan harapan perubahan pada traffic.

Hasilnya memang memuaskan. Traffic pun naik dengan perlahan. Tentu saja didukung dengan backlink kecil-kecilan.

Untuk sekarang, panjang artikel mungkin dirasa sekitar 500-1000 kata yang disukai oleh mbah Google.

Update algoritma terbaru Google katanya berefek kepada user experience dimana kualitas artikel akan lebih diprioritaskan.

Kadang, menulis dengan kata yang banyak akan membuat topik menjadi sedikit tidak jelas. Contohnya artikel ini.

Oleh karenanya, tetap jaga kualitas artikel. Mau 500 juga tidak masalah asal kualitas yang ditampilkan lebih menjanjikan dari yang 1000 kata.

#4. Dapatkah Uang dari Blog

Aku jawab dengan tegas, lantang, tegang, dan panjang, kalau mas dan mbaknya bisa mendapatkan uang dari blog. Cara dapat uang dari blog ada banyak cara, salah satunya Google Adsense.

Atau mas dan mbaknya bisa menjual produk sendiri di blognya juga bisa. Pernah kan menuliskan kata kunci salah satu produk, kemudian ada blog yang muncul di nomor 1 Google sesuai produk yang diinginkan?

Itulah okenya blog, bisa digunakan apa saja.

#5. Tema Blog yang Bagus

Ketika mas dan mbaknya sudah punya blog. Ingin tampil keren pasti tanya “temanya yang bagus yang seperti apa, mas?”.

tema blog

Untuk saat ini, tema yang bagus itu yang putih, cepat, bersih, dan enak dibaca. Semua tema yang seperti itu menurut aku bagus saja.

Mas dan mbaknya ingin target halaman 1 Google atau hanya ingin berbagi?

Kalau ingin halaman 1 Google cari yang sudah SEO Friendly, Responsive, dan mendukung AMP.

Kalau ingin berbagi, cukup tema yang gampang dibaca tulisannya, mungkin warnanya putih lebih enak, dan tidak ada musik atau animasi aneh-aneh.

Kalau ingin banget, gunakan saja tema WordPress dari MyThemeShop. Minta saja nanti aku kasih gratis. Kalau tidak malas kasihnya. We ka we ka we ka.

Pertanyaan umum yang biasa aku dapatkan ketika ada teman atau saudara yang tanya soal blog. Jawabannya ya selogika saja, simpel, padat, dan bundar.

Bundar maksudnya lebih enak penjelasannya, tidak tersudut atau menyudutkan sesuatu.

Share.

4 Comments

  1. kerjanya apa mas?

    “Blogger Bu”

    kantornya dimana?

    “di kosan” nyengir.
    wkwkw. kadang kerja blogger itu kurang dihargai ya. padahal kalau liat blogger yg sukses, rekeningnya gendut semua.

    salam kenal mas. menarik. aku mulai coba rajin nulis seminggu sekali dengan panjang kata min 700. monggo mas, kasih saran mendalam untuk blog dan artikel2ku dong

Leave A Reply