Peran Serta Perusahaan Sukanto Tanoto dalam Pelestarian Lingkungan Indonesia

Royal Golden Eagle atau RGE merupakan sebuah korporasi internasional yang didirikan oleh Sukanto Tanoto. Sebagai seorang pribadi, bapak Tanoto dikenal memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Kepedulian tersebut tidak hanya diwujudkan dalam aksi pribadi, namun dimasukkan sebagai kebijakan untuk setiap anak perusahaan RGE.

Sumber : Tanoto Foundation Org

Hal ini tentu saja sejalan dengan bidang usaha yang dijalankan oleh RGE, dimana setiap anak perusahaannya menjalankan bisnis yang erat kaitannya dengan lingkungan. Bentuk kepedulian dari Sukanto Tanoto kemudian diwujudkan dalam berbagai bentuk kebijakan dan program yang dilaksanakan oleh perusahaan.  Beberapa contoh dari program dan kebijakan yang peduli lingkungan tersebut adalah:

Pengolahan Air Limbah

Air limbah sebagai salah satu aspek yang tidak terpisahkan dalam dunia industri membutuhkan perhatian khusus dalam proses pengolahan serta pembuangannya. Air limbah yang tidak melalui proses pengolahan dan dibuang langsung ke alam bebas akan merusak dan mencemari lingkungan serta ekosistem di sekitarnya.

Sumber : akurat.co

Proses pengolahan air limbah yang tepat dan terpadu menjadi salah satu bentuk perwujudan kepedulian Sukanto Tanoto. Setiap perusahaan RGE dibawah asuhan bapak Tanoto menggunakan teknologi pengolahan air limbah terbaru untuk meminimalkan jumlah limbah yang diproduksi. Tidak berhenti di situ saja, hasil dari pengolahan limbah tersebut kemudian dipergunakan kembali sebagai salah satu upaya untuk menghemat energi untuk kebaikan lingkungan sekitar.

Restorasi dan Konservasi

Sumber daya alam berupa hutan merupakan salah satu kekayaan utama bangsa. Hutan sendiri sebenarnya masuk dalam kategori sumber daya alam yang dapat diperbaharui, namun hal ini tidak berarti penggunaannya tidak perlu dibatasi. Penggunaan yang tidak terkontrol akan berdampak negatif pada musnahnya sumber daya ini serta habitat yang ada didalamnya.

Untuk itu, pihak RGE dibawah bimbingan Sukanto Tanoto memiliki kebijakan dan program dalam hal restorasi dan konservasi lingkungan hutan yang berada di sekitar area perkebunan mereka. Berbagai langkah yang mendukung upaya restorasi dan konservasi dilakukan di beberapa daerah untuk menjaga kelestarian hutan.

Salah satunya adalah dengan kebijakan “One for One” yang mengacu pada upaya restorasi hutan dimana untuk setiap satu hektar perkebunan akan diimbangi dengan satu hektar area konservasi. Kebijakan ini diterapkan oleh APRIL Grup, sebuah grup perusahaan dibawah RGE milik Sukanto Tanoto. APRIL grup menerapkan kebijakan ini untuk menjaga ekosistem hutan yang berada di provinsi Riau, tepatnya di Kampar Peninsula dan Pulau Padang. Dengan adanya kebijakan ini, habitat untuk hewan liar serta berbagai jenis tumbuhan asli daerah tersebut akan tetap terjaga kelestariannya.

Selain kebijakan tersebut, upaya lain yang menjadi perwujudan kepedulian Sukanto Tanoto terhadap lingkungan adalah upaya identifikasi dan perlindungan hutan dengan nilai konservasi tinggi atau sering disebut High Conservation Value Forest (HCVF).  Kebijakan ini mengacu pada upaya untuk mengenali area hutan yang wajib untuk dikonservasi, yaitu area yang kaya akan ekosistem berupa tanaman ataupun hewan asli daerah tersebut. Area yang masuk dalam kategori HCVF akan masuk dalam perlindungan pihak RGF dan tidak boleh dipergunakan untuk keperluan perkebunan atau untuk tujuan lain yang dapat merusak hutan tersebut.

Kedua contoh tersebut adalah sebagian dari kebijakan yang diterapkan oleh Royal Golden Eagle dibawah bimbingan Sukanto Tanoto. Dengan pelaksanaan kebijakan-kebijakan tersebut, kondisi lingkungan akan tetap terjaga sebagai bentuk warisan kepada anak cucu di masa yang akan datang.

Leave a Comment