Mudik Asyik Minim Macet Bersama Tol Trans-Jawa

Seperti yang sudah kita ketahui semua kalau sekarang Pulau Jawa sudah dihubungkan dengan yang namanya jalan tol dengan titik awal di Jakarta hingga titik akhir di Surabaya. Sebenarnya dari Surabaya, jalan tol ini masih membentang menuju Probolinggo dan satu lagi menuju ke Malang.

Jalan tol Trans-Jawa ini efektif berfungsi dengan baik saat mudik kemarin. Ini merupakan beberapa informasi yang saya dapatkan dari beberapa teman saya yang mudik dari Jakarta menggunakan kendaraan pribadi. Sebagai informasi kalau waktu tempuh saat ini dari Jakarta menuju Surabaya diklaim adalah 10 jam.

Atas dasar klaim tersebut, tidak sedikit pengendara yang penasaran apakah benar hanya 10 jam saja, dimana beberapa tahun sebelumnya bisa mencapai 1-2 hari. Selain karena memang ingin menjajal hasil pembangunan tol keren ini, beberapa juga ingin melihat pemandangan dan jalur yang berbeda saat mudik.

Sumber : Pexels

Ada teman saya bernama Budi (nama samaran). Dia berangkat naik mobil pukul 10 malam dari Jakarta dengan estimasi sampai Surabaya adalah jam 8 pagi sesuai klaim diatas. Sepanjang jalan tol Trans-Jawa ini juga sudah dibangun beberapa area peristirahatan sementara bagi para pemudik sebelum melanjutkan perjalanan panjang.

Nah, si Budi ini karena memang masih tergolong muda, jadi gaya menyetirnya masih cenderung mengebut. Alhasil sampai Surabaya sekitar pukul 7 pagi. Itu saat dirinya mudik H-1 Hari Raya Idul Fitri. Baiklah, sampai sini saya percaya kalau tol Trans-Jawa ini lebih memudahkan pemudik yang dari Jakarta kembali ke kampung halaman.

Sumber : Pexels

Namun, mungkin kedepannya pemerintah ataupun pengembang bisa bekerjasama untuk membangun tempat penginapan seperti hotel ataupun bisa menggunakan sistem sewa harian apartemen di pinggir tol. Beberapa pengendara mungkin bisa langsung beristirahat disana tanpa harus keluar tol terlebih dahulu, kecuali memang juga diniatkan untuk berkeliling daerah yang digunakan sebagai tempat istirahat sementara.

Kata si Budi memang untuk area peristirahatannya sedikit lebih padat sehingga membuat di jalanan dekat rest area tersebut sedikit tersendat karena memang banyak sekali yang menggunakannya untuk tidur sejenak ataupun meluruskan punggung. Belum lagi kontur jalan tol yang terkadang masih bergelombang membuat pengendara harus benar-benar ekstra waspada.

Terlepas dari permasalahan diatas, Budi antusias untuk bercerita kalau memang lewat jalan tol Trans-Jawa sangatlah cepat dibanding harus lewat jalur pantura seperti dulu. Kalau lewat pantura dulu musuh di jalan sangatlah banyak, terutama sepeda motor, terlebih lagi mobil Budi merupakan mobil keluaran terbaru jadi tidak ingin terserempet di jalanan pantura. Belum lagi melewati lampu merah yang waktu tunggunya bermacam-macam, kadang cepat kadang lama.

Beberapa celotehan di media sosial juga menggambarkan keindahan yang disuguhkan tol Trans-Jawa di beberapa daerah seperti di pintu tol Salatiga. Latar belakang gunung yang megah ditambah paparan sinar matahari yang perlahan muncul dari tidurnya membuat mata pengemudi dijamin segar kembali.

Sumber : www.goodnewsfromindonesia.id

Satu hal yang menarik saat mudik lebaran kemarin adalah diberlakukannya sistem one-way dari tol Cikampek hingga Brebes. Jadi, tidak ada kendaraan yang menuju ke Jakarta alias semua lajur tol digunakan untuk kendaraan yang menuju ke Jawa Tengah ataupun Jawa Barat. Sistem one-way tol diterapkan mulai tanggal 30 Mei hingga hari Lebaran dengan jadwal dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam.

Bisa dibayangkan betapa banyaknya yang lebaran kemarin beralih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum seperti pesawat ataupun kereta api. Selain karena harga tiket pesawat yang meningkat pesat, naik mobil pribadi jatuhnya lebih murah asal muat orang banyak seperti 6 atau 5 orang juga rasa penasaran atas hasil dari pembangunan jalan tol dari Jakarta ke Surabaya.

Leave a Comment