Mengungkap Alasan Kenapa Website Itu Harus Cepat

“Move fast. Speed is one of your main advantages over large competitors”

– Sam Altman –

Ketika kita berbicara soal kecepatan, tentu saja bukan hanya mengimajinasi soal kendaraan, berlari, ataupun bergerak. Dalam banyak konteks, kecepatan bisa merujuk kepada berbagai macam hal di dunia ini. Misalnya merujuk kepada sesuatu yang mungkin tidak banyak orang paham, yaitu tentang kecepatan sebuah website.

Untuk kalian yang sudah paham soal website tentu kalian akan paham seberapa pentingnya kecepatan dalam sebuah website yang akan berdampak kepada banyak hal. Salah satunya kecepatan website akan berdampak kepada penghasilan.

Lantas, seberapa pentingkah kecepatan pada sebuah website yang kita kelola? Berikut akan saya kupas satu-persatu.

Apa Alasan Website Harus Cepat?

Alasan utama kenapa website itu harus cepat adalah karena kecepatan merupakan salah satu dari keempat faktor inti dari pengalaman membuka web yang menyenangkan menurut Google.

Ada 4 faktor utama yang harus kalian perhatikan ketika membuat sebuah website untuk dibuka atau dibaca oleh pengunjung kalian, yaitu :

  • Fast : pengguna ingin respon yang cepat ketika mereka membuka website
  • Integrated : bisa dibuka di jenis browser apapun tanpa dikhususkan
  • Reliable : website dapat dibuka meskipun dalam keadaan jaringan yang tidak stabil
  • Engaging : membuat pengguna merasa dilibatkan dengan pengalaman mereka dan bisa kembali di website kita

Jadi, karena kecepatan merupakan salah satu dari keempat faktor penting yang harus ada dalam sebuah website, maka sebagai pengembang harus juga memperhatikan pemodelan yang mampu membuat website tersebut bisa berjalan dengan cepat agar kepuasan pengguna bisa terpenuhi dengan baik.

Nah, untuk kali ini saya akan coba bahas tentang salah satu faktor inti diatas yaitu Fast atau kecepatan. Kenapa kok masalah kecepatan ini ada di yang pertama dari keempat faktor inti tersebut? Apakah kecepatan ini bisa membuat sebuah website dikatakan sukses?

Kenapa Performa Itu Penting?

Sebelum masuk kedalam pembahasan kecepatan website, kita perlu tahu bagaimana pengaruh performa atau kinerja pada sebuah website. Dalam membuat sebuah website, ada beberapa tahapan yang dilakukan, mulai dari design atau merancang, hingga testing atau uji coba.

Performa sendiri ada didalam tahapan uji coba. Website yang sudah dibuat sudah cepat atau belum? Atau mungkin masih ada yang error atau tidak?

Sebenarnya, kalau kalian tahu, masalah performa atau kinerja ini merupakan masalah umum yang biasa dialami oleh pengembang.

Banyak faktor yang menyebabkan masalah kinerja itu terjadi, mulai dari banyaknya fitur yang dibangun, tampilan yang digunakan, hingga kondisi jaringan juga perangkat dari masing-masing pengguna.

Akibatnya, website kita tidak bisa dibuka oleh pengguna lain dan mengakibatkan efek yang besar. Kok bisa?

1. Kinerja adalah tentang mempertahankan pengguna

Ketika kita membuat website tentu kita menginginkan pengguna dapat melakukan interaksi dengan website kita. Misalnya kalau kita buat blog, kita ingin pengguna membaca apa yang kita posting. Kalau buat toko online, tentu kita ingin pengguna membeli barang yang diinginkan.

Dan, kalau media sosial, kita ingin pengguna dapat melakukan interaksi satu dengan lainnya.

Peran utama yang membuat mereka melakukan interaksi adalah masalah performa atau kinerja. Performa atau kinerja memainkan peran krusial dalam keberhasilan setiap usaha online.

Pinterest adalah satu contoh studi kasus bagaimana website Pinterest ini dibuat lebih cepat untuk mempertahankan bahkan mendapatkan pengguna baru.

Seperti yang dilansir oleh Medium, Pinterest meningkatkan lalu lintas mesin pencari dan pendaftaran hingga 15% ketika mereka mengurangi waktu tunggu yang dirasakan sebesar 40%.

Jadi, Pinterest mempercepat waktu tunggu sampai website terbuka sempurna dan inilah yang membuat pengguna nyaman untuk menggunakan atau membuka website Pinterest.

2. Kinerja adalah tentang meningkatkan konversi

Ketika kita membuat website, khususnya untuk yang menjalankan bisnis dengan website seperti toko online, masalah performa atau kinerja ini harus benar-benar diperhatikan.

Pengguna tidak mau ketika ingin membeli sebuah barang, terus membuka website bisnis kita dan lama waktu tunggunya, tentu mereka akan berpindah ke toko lain.

Hasilnya? Konversi penjualan akan menurun.

Sama seperti kalau kita pergi belanja secara nyata. Kalau kita beli misalnya baju, dan penjualnya lama pelayanannya tentu kita menjadi dongkol sendiri dan akhirnya tidak jadi beli.

Untuk itu, perlu kita genjot lagi performa atau kinerja website bisnis kita agar bisa digunakan lebih cepat dan lebih baik lagi yang tentu saja nantinya diharapkan bisa meningkatkan konversi penjualan. 

3. Kinerja adalah tentang pengalaman pengguna

Masalah pengalaman ini mungkin masing-masing akan berbeda tergantung dengan kondisi jaringan dan perangkat yang digunakan.

Sumber : Medium.com

Ketika website mulai dibuka, disitu ada periode waktu dimana pengguna akan menunggu konten yang muncul. Nah, disinilah waktu krusial kenapa website itu harus dibuat efektif dan efisien.

Mungkin kalau pengguna menggunakan jaringan yang baik, tentu waktu tunggu ini bisa tidak terasa, tetapi bagaimana dengan pengguna yang memiliki jaringan lambat? Bisa saja langsung klik close.

Sebuah kinerja atau performa dalam website merupakan aspek dasar dari pengalaman yang didapat oleh pengguna, semakin baik kinerja dari website, semakin baik pula pengalaman yang dialami oleh pengguna.

Bilamana website dibuka maka website tersebut akan mengirimkan banyak sekali kode-kode, browser akan menggunakan paket data pengguna untuk mengunduh kode-kode tersebut.

Inilah kenapa jaringan dan perangkat juga mempengaruhi pengalaman yang baik bagi pengguna.

Ponsel memiliki daya dan memori CPU yang terbatas yang terkadang kewalahan untuk mendapatkan kode-kode yang tidak dioptimalkan oleh kita sebagai pengembang website dan ini disebut dengan website yang tidak responsif. Efeknya website akan lama untuk dibuka dan pengguna akan kabur.

4. Kinerja adalah tentang orang

Orang yang dimaksud disini adalah dari sisi pengguna. Kita ambil contoh dari sisi keuangannya. Apa hubungannya?

Website yang buruk kinerja atau performa akan berdampak pada penggunanya karena patut kita ketahui terlebih dahulu kalau pengguna seluler atau ponsel terus membuat porsi yang lebih besar dalam pengguna internet di seluruh dunia.

  • Mobile : 49.11%
  • Desktop : 47.02%
  • Tablet : 3.87%
Desktop vs Mobile vs Tablet Market Share Worldwide - January 2019

Penting untuk diingat bahwa banyak dari pengguna ini mengakses website melalui jaringan LTE seluler, 4G, 3G dan bahkan jaringan 2G. 

Tahun 2016, Ben Schwarz dari Calibre dalam pemaparannya menerangkan bahwa Indonesia butuh waktu 6 jam untuk memiliki paket data sebesar 500mb dengan kecepatan yang sudah LTE di angka 8.79 Mbps.

Artinya, dengan kecepatan 8.79 Mbps untuk membuka website yang memiliki kinerja atau performa buruk tentu saja akan menghabiskan paket data lebih cepat karena kode-kode yang diunduh tidak sedikit.

Itu menandakan bahwa sebagai pengguna harus menyiapkan uang tambahan untuk membeli paket data lagi. Namun, semakin kesini, biaya paket data lebih murah dan sudah menjadi barang yang umum.

Selain itu, total ukuran halaman website terus meningkat sejak setidaknya 2011 seperti data pada httparchieve.org dan nampaknya terus berlanjut. Karena halaman biasa mengirim lebih banyak data, pengguna harus mengisi kembali paket data mereka lebih sering dan itu berarti bisa menghabiskan biaya.

Jadi. . .

sedikit bisa saya katakan kalau memang kinerja atau performa sebuah website yang pertama adalah diukur dari kecepatannya. Semakin cepat website tersebut melakukan tugasnya, tentu semakin puas pula pengguna ketika membukanya. 

Dengan begitu, pengguna bisa menjadi loyal terhadap website yang kita buat karena sudah memberikan kenyamanan, seperti kalau website kita adalah toko online, ketika pengguna ingin mencari barang yang diinginkan, website bisa melakukan tugasnya dengan baik dan cepat.

Selain itu, Google juga tidak suka dengan website yang memiliki kinerja atau performa yang lambat, hal itu didasarkan pada menurunnya peringkat website yang dinilai lambat oleh sistem Google. Jadi, kecepatan juga menjadi faktor untuk SEO atau Search Engine Optimization.

Pusing ya?

Baiklah, seperti itu gambarannya mengapa website itu harus cepat. Website lambat, pengguna akan kabur. Website cepat, pengguna bisa menjadi loyal dan kembali lagi ke website kalian.

Lanjut yak . . .

Kita juga perlu tahu dulu seberapa cepat website kita karena kalau belum dilakukan uji coba, darimana kita bisa menilai website kita itu sudah cepat atau belum. Setelah itu, kita juga butuh mencatan soal apa saja yang membuat website kita itu menjadi lambat.

Cara Cek Kecepatan Website

Cara cek kecepatan website, saya biasanya menggunakan beberapa alat yang memang berjalan secara online yaitu :

  1. GTMetrix
  2. Pingdom Tools
  3. Google Test Site
  4. PageSpeed Insight

“Kok banyak mas?”

Sebenarnya keempat alat itu fungsinya sama untuk mengukur seberapa cepat website kita bisa terbuka dengan sempurna. Selain itu, mereka semua juga memiliki fitur lain yaitu memberitahukan apa saja yang memperlambat kecepatan website kita.

Kalau saya lebih sering menggunakan GTMetrix saja karena memang terasa lebih umum dan penjelasan yang diberikan juga lebih detil layaknya gambar dibawah ini :

Penjelasan lebih mudah dipahami, jadi kalau belum warna hijau berarti itulah yang perlu kita perbaiki agar website kita lebih cepat kinerjanya.

Tetapi sebelumnya, kalian pernah merasa atau tidak, ketika kalian buka website yang kalian buat sendiri berulang kali di browser, kalian merasa kalau website kita sudah cukup cepat?

Jangan salah, itu bukan karena website kita memang sudah cepat, tetapi itu karena ada fitur menyimpan cache dari browser kita. Browser kita sudah menyimpan data-data yang ada di website kita untuk ditampilkan kembali ketika kita membukanya.

Hal ini tentu tidak berfungsi bagi pengguna yang baru membuka website kalian karena masih belum mengunduh dan menyimpan data-data di website kalian.

Penyebab Website Menjadi Lambat

Ada beberapa penyebab kenapa website kita menjadi lambat seperti siput. Website lambat membuat pengguna menjadi emosi dan tidak jadi berkunjung ke website kita. Alhasil, traffic website menjadi turun, bahkan untuk yang toko online bisa tidak ada penjualan sama sekali.

Nah, kalau kalian sebelumnya mengecek website kalian di GTMetrix, maka kalian bisa mengetahui penyebab-penyebab website kalian berjalan lambat, dan itu ditandai dengan warna merah. Tapi, terkadang mungkin penjelasan disana terlalu teknis, jadi tidak semua orang akan paham dengan semua penjelasan tersebut.

Mudahnya, kata Dewaweb ada beberapa penyebab umum yang biasa membuat website menjadi lambat :

  1. Web Hosting – Kalau hosting kalian tidak dikonfigurasi dengan benar, ini dapat mempengaruhi waktu loading website yang semakin lama. 
  2. Konfigurasi WordPress – Kalau website kalian yang berbasis WordPress tidak menyajikan halaman yang sudah di-cache, ini juga dapat menyebabkan overloading pada server sehingga website akan menjadi lambat atau bahkan crash.
  3. Ukuran halaman – Yang paling mempengaruhi ukuran halaman sebuah web adalah gambar. Jadi, pastikan bahwa ukuran gambar yang kalian masukkan tidak terlalu besar atau dikompres terlebih dahulu.
  4. Plugin yang buruk – Kalau kalian menggunakan plugin yang dikode dengan buruk, itu akan memperlambat kerja website juga.
  5. External scripts – External scripts seperti skrip iklan, fonts loaders,atau skrip-skrip lainnya juga dapat memiliki impact yang cukup besar terhadap performa kerja website bahkan bisa menjadi celah untuk membobol website kalian.

Biasanya penyebab-penyebab ini berawal dari gonta-ganti themes yang didapat dari berbagai sumber. Themes kalau tidak ditelaah lebih dalam bisa mengandung kode-kode yang tidak dioptimasi sehingga membuat kinerja atau performa website kalian menjadi lambat.

Untuk itu, perlu hati-hati kalau kalian sering gonta-ganti themes yang didapat dari sumber tidak terpercaya atau themes nulled.

Cara Membuat Website Menjadi Cepat

Mungkin banyak dari kalian yang bertanya, “kok hanya 6 langkah saja, mas?”.

Sebenarnya banyak langkah, tapi saya biasanya hanya gunakan 6 langkah ini saja yang paling gampang untuk dilakukan. Selain itu, agar kalian nanti tidak terlalu bingung untuk melakukannya.

Awalnya, disini saya anggap kalian sudah punya website tinggal bagaimana mempercepatnya saja.

1. Gunakan Plugin Cache

Seperti penjelasan saya diatas tentang cache, untuk website dengan basis WordPress, awalnya adalah WordPress akan menjalankan proses untuk menemukan informasi yang diperlukan, menggabungkan semuanya, dan kemudian menampilkannya kepada pengguna.

Proses ini tentu melibatkan banyak langkah, dan itu benar-benar dapat membuat lambat website kita, apalagi kalau kalian memiliki banyak orang yang mengunjungi website kalian sekaligus. Untuk itulah, diperlukan cache ini untuk menyimpan data yang sebelumnya sudah terbuka, jadi ketika ingin membuka website kita kembali, maka yang keluar adalah yang versi cache atau seperti gambar dibawah ini :

Disitu terlihat, pertama ketika pengguna mengunjungi situs WordPress kita, yang dibangun menggunakan PHP, server kita akan mengambil informasi dari database MySQL dan file PHP, lalu kemudian semuanya disatukan menjadi konten HTML yang disajikan kepada pengguna. 

Plugin cache apa yang saya pakai?

Ada banyak plugin cache untuk WordPress, seperti :

  1. W3 Total Cache
  2. WP Fastest Cache
  3. WP Rocket
  4. WP Super Cache
  5. LiteSpeed Cache
  6. Autoptimize

Kalau WP Rocket mungkin sekarang sudah berbayar. Alternatif lain yaitu empat sisanya, dan itu kemampuannya juga bisa diandalkan. Saya sendiri sekarang menggunakan Autoptimize digabung dengan WP Fastest Cache. Hasilnya seperti yang kalian lihat di gambar GTMetrix diatas.

2. Optimasi Gambar

Ini adalah salah satu masalah yang biasanya membuat website kita menjadi lambat.

Gambar menurut beberapa artikel merupakan komponen penting ketika membuat sebuah konten yang bagus. Konten yang bagus harus mengandung sebuah gambar karena dengan gambar atau visual berwarna lainnya bisa membuat orang 80% lebih mungkin membaca konten kita.

Disarankan sebelum memasukkan visual pendukung sepertii foto dari kamera, ponsel, atau sumber dari internet lebih baik untuk diedit terlebih dahulu dan dikompres ukurannya agar ketika diunggah kedalam artikel tidak terlalu membebani kinerja dari hosting.

Selain itu, dengan ukuran visual yang kecil akan membuat kuota hosting kalian tidak cepat penuh, apalagi untuk kalian yang menggunakan hosting gratis, tentu kuotanya lebih minim lagi.

Perlu diketahui lagi, format gambar yang biasa diunggah di artikel ada JPEG dan PNG. Mana yang lebih ringan dan direkomendasikan?

Jawabannya tergantung kebutuhan kita.

PNG itu kalau dikompres maka akan kehilangan beberapa datanya sehingga kualitasnya akan berkurang meskipun ukurannya juga berkurang. Sedangkan JPEG ketika sudah terkompres, kehilangan datanya sedikit, tetapi ukurannya yang berkurang signifikan.

Jadi, 

  • Kalau visual seperti gambar dan foto yang ingin saya unggah terdiri dari banyak warna, maka gunakan format JPEG.
  • Kalau visual yang ingin diunggah lebih simpel dan tidak butuh warna yang banyak atau transparan, gunakan PNG.

Lebih jelasnya bisa lihat detail perbandingan ukuran file berikut ini :

Banyak cara untuk optimasi visual pendukung seperti gambar atau foto. Saya biasanya sebelum mengunggah kedalam artikel, saya kompres terlebih dahulu dengan aplikasi FILEminimizer Pictures atau kadang saya gunakan TinyPNG (online). 

Di WordPress pun saya juga pasang plugin yang namanya Imsanity, tetapi entah berpengaruh atau tidak karena memang visual gambar atau foto yang saya unggah, ukurannya sudah kecil.

3. Update Rutin

Biasanya di WordPress ada pemberitahuan untuk melakukan update atau pembaruan, baik itu untuk plugin, tema, ataupun WordPressnya sendiri. Agar website kalian terus bisa berjalan dengan baik, juga berkinerja tinggi, maka disarankan untuk tidak mengabaikan pemberitahuan untuk update tersebut.

Karena bisa saja, misalnya untuk tema yang tidak dilakukan pembaruan, rentan terkena inject malware yang berakibat WordPress kalian bisa dibobol oleh orang lain karena update atau pembaruan ini juga dapat meningkatkan dari sisi keamanan.

4. Gunakan Content Delivery Network (CDN)

Content Delivery Network (CDN) ini bekerja layaknya cache. Bedanya adalah kalau Content Delivery Network (CDN) untuk mengirim konten supaya konten lebih dekat ke pengguna atau pengunjung website kita. Sementara cache adalah supaya mempercepat kinerja server karena tidak perlu untuk memuat seluruh isi dari halaman, jadi ketika pengguna meminta atau membuka website kita lagi, maka bisa langsung dikirim.

Biasanya yang menggunakan CDN adalah yang memakai hosting di luar Indonesia, seperti saya yang menggunakan hosting di Singapura. Saya menggunakan CDN agar konten saya berada dekat dengan pengguna atau pengunjung blog saya yang mayoritas berada di Indonesia. Agar tidak terlalu jauh mengambil kontennya dan waktu tunggunya bisa lebih cepat.

Selain itu, CDN bagus untuk menyimpan konten statis seperti gambar, kode-kode pendukung, CSS, JavaScript, kalau cache bagus menyimpan satu halaman HTML penuh. Jadi, ketika ada pengunjung website saya maka semua konten baik itu CSS, gambar, dan lainnya diambil dari CDN dan cache sehingga kinerja hosting kita menjadi ringan dan website menjadi cepat.

Untuk yang sudah menggunakan hosting Indonesia bisa saja tidak perlu lagi menggunakan CDN lagi. Tetapi, alangkah baiknya bisa menggabungkan CDN dan cache.

5. Selektif Memilih Tema (Themes)

Ketika kalian memilih tema untuk website kalian, terutama yang menggunakan WordPress atau Blogspot, penting untuk kalian memiliki fokus khusus pada bagaimana tema tersebut bisa membuat website kalian bisa lebih cepat dan optimal.

Nyatanya, ada beberapa tema yang terlihat bagus, keren, dan mengesankan tetapi sebenarnya bisa membuat lambat website kalian karena kode-kode didalamnya tidak dioptimalkan.

Biasanya tema yang simpel, terlihat sederhana, memiliki kode-kode yang lebih optimal, dan tentu efeknya bisa mempercepat website kita. Selain itu, penggunaan tema yang simpel akan lebih mudah mengatur tampilannya dan kalaupun ada yang crash atau bug mudah untuk kita mencari dimana letak kesalahan tersebut.

Dimana bisa menemukan tema yang bagus dengan tampilan yang keren?

Banyak, kok, misalnya kalian bisa mencarinya di WordPress Theme, Althemes, Colorlib, atau kalau ingin yang berbayar agar mendapatkan support lebih, kalian bisa langsung ke ThemeForest. Bagaimana kalau Blogspot? Coba kalian main ke website tema lokal seperti Arlina Design, disitu banyak tema gratis yang sudah optimal dengan tampilan kece-kece.

6. Batasi Revisi Artikel

Cara keenam ini nampaknya baru saya rasakan kalau memang bisa mempercepat website. Entah ini sugesti atau tidak, tetapi saya rasakan setelah saya setting masalah membatasi revisi artikel, website saya ketika masuk kedalam admin panel lebih cepat dan ringan.

Saya belum tahu bagaimana kalau di Blogspot, tetapi kalau kalian menggunakan WordPress bisa dicoba cara keenam ini. Sebelumnya, pastikan kalian harus memahami bagaimana masuk ke Cpanel hosting masing-masing dan mengedit kodingan.

Cara ini kita perlu melakukan tambahan kode pada file wp-config.php. Letaknya ada pada file manager hosting. Ketika sudah terbuka, kalian bisa menambahkan kode berikut ini :

define( 'WP_POST_REVISIONS', 4 );

Fungsi dari kode ini adalah untuk membatasi revisi artikel kita hanya 4 terakhir. Jadi, setiap kalian ingin posting artikel biasanya muncul revisi di paling bawah dan itu banyak sekali. Dengan kode tersebut, sistem akan membatasi yang muncul hanya 4 revisi terakhir. Angka 4 bisa kalian ganti sesuai hati kalian, kalau saya hanya membatasi 2 revisi terakhir.

Kenapa begitu?

Jadi, revisi postingan ini bisa memakan tempat pada basis data WordPress kalian karena revisi ini akan memanggil data-data yang telah lama dan masih tersimpan yang mana penyimpanan ini bisa membuat kinerja pada hosting menjadi lebih berat alias masih menumpuk.

Ibarat kalian sudah putus dan masih menyimpan barang bawaan mantan yang menumpuk di kamar, tentu ini bisa memperlambat move on kalian.

Kalau hosting berpengaruh nggak, mas?

Sebenarnya hosting juga berpengaruh, tetapi tidak terlalu nampak meskipun terkadang terasa. Kalau kalian ingin mencari hosting tercepat di Indonesia itu banyak, salah satunya di Dewaweb karena hosting Dewaweb sudah menggunakan :

Integrasi LSCache

Pertama di Indonesia yang memiliki integrasi dengan LSCache pada seluruh servernya guna mempercepat website.

Platinum Partner LiteSpeed

Dewaweb sudah sangat ahli untuk optimasi best practice Litespeed karena memang merupakan Platinum Partner dari LiteSpeed Technologies.

HTTP/2 + QUIC + Brotli

Dewaweb memberikan teknologi web terbaru yaitu HTTP/2, QUIC (Quick UDP Internet Connections) dan Brotli Compression untuk kecepatan website.

Redis Caching Support

Seperti yang saya katakan diatas bahwa cache punya peranan penting untuk membuat website lebih cepat dan semua server di Dewaweb sudah mendukung teknologi Redis database object caching yang terintegrasi dengan LiteSpeed Cache.

Super Fast SSD

Demi kepuasan pelanggan, semua server Dewaweb sudah menggunakan 100% SSD Storage yang tentu lebih cepat dibanding dengan teknologi yang digunakan oleh storage sebelumnya.

Ninja Support 24/7

Support yang siap melayani apapun kebutuhan kalian soal website. Jangan curhat maasalah percintaan.

Kalau saya sekarang menggunakan hosting dari luar karena memang hosting di Indonesia menyediakan storage yang masih kecil tetapi untuk performanya bisa diadu dengan hosting luar. 

Berikut beberapa video tutorial bagaimana mempercepat website kalian oleh Dewaweb. Isinya daging banget dan bisa langsung kalian praktekkan :

Kesimpulan

Kecepatan untuk sebuah website merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan website tersebut untuk memberikan informasi yang berguna bagi pengguna atau pembaca.

Website toko online yang cepat tentu akan memudahkan calon pembeli untuk memilih produk-produk yang diinginkannya tanpa harus menunggu waktu loading yang lama dan ini bisa memperbesar penjualan kita. Begitu juga dengan blog, dengan blog yang cepat, pengunjung akan mudah membaca artikel-artikel yang kita buat.

Selain masalah tersebut, kecepatan website berpengaruh pada peringkat di Google yang mana Google sekarang lebih memprioritaskan website-website dengan kecepatan tinggi. Kecepatan mempengaruhi SEO yang mana ini tentu berakibat pada jumlah traffic pengunjung yang masuk ke website kita. Analogi sederhana traffic besar = earning meningkat.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter

Leave a Comment

Share this: