Mempertimbangkan Beberapa Hal Sebelum Meminjam Di Bank

Membutuhkan dana yang mendesak adalah salah satu hal yang seringkali di rasakan oleh seseorang. Selain karena keinginan untuk bisa merintis bisnis, dana dadakan tersebut juga seringkali hadir misalnya ketika musibah sedang menimpa keluarga. Musibah tersebut memiliki banyak sekali macamnya, ada musibah kecelakaan, musibah bencana alam, bahkan musibah-musibah kecil seperti sakit dan yang lain sebagainya. Untuk menyelesaikan masaklah tersebut, tentu saja hal pertama yang Anda butuhkan adalah pinjaman uang. Meminjam uang dianggap sebagai satu-satunya solusi yang paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan keuangan yang serba darurat dan tentu saja dibutuhkan dalam waktu yang sangat mendesak. Meminjam atau berhutang menjadi hal yang sudah biasa di Indonesia bahkan semakin berkembangnya zaman semakin banyaknya bermunculan lembaga-lembaga yang menawarkan peminjaman dalam bentuk uang.

Jika bank adalah satu-satunya tempat yang Anda tuju, maka sudah tentu berbagai hal yang penuh risiko harus Anda tanggung seperti suku bunga yang cukup tinggi, syarat yang sangat rumit, bahkan sampai waktu jatuh tempo yang sangat singkat. Hal ini tentu saja akan semakin mencekik masyarakat miskin yang tiba-tiba saja membutuhkan banyak uang namun belum juga memiliki pinjaman. Mengajukan pinjaman di bank memanglah cara yang paling praktis dan paling ampuh. Hanya dalam waktu tidak sampai satu jam saja, uang yang Anda butuhkan bisa dengan mudah Anda terima tentunya dengan beberapa syarat dan berkas yang sudah Anda penuhi. Tetapi tahukah Anda jika ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menjadi nasabah resmi dalam sebuah bank? Berikut ini terdapat beberapa pertimbangan yang mungkin harus Anda pikirkan baik-baik.

tr

1. Kebutuhan uang tersebut

Harus diingat baik-baik, sebenarnya uang pinjaman tersebut akan Anda gunakan untuk apa. Jika memang kebutuhannya adalah sangat mendesak maka tentu saja poin ini bisa diabaikan. Hal-hal mendesak yang mungkin bisa dimaklumi adalah ketika terjadi musibah yang tidak disangka-sangka kedatangannya. Hal ini tentu saja akan sangat berbeda sekali dengan kebutuhan yang sebenarnya tidak mendesak dan hanya karena mementingkan nafsu dan keinginan saja seperti kebutuhan ingin membeli mobil atau motor. Pinjaman dana yang akan Anda dapatkan tersebut akan digunakan untuk membayar uang muka. Lalu bayangkan, apakah bisa dalam waktu 3-4 tahun bisa melunasi hutang di dua tempat dalam satu sekaligus?

Pinjaman tersebut bukanlah milik Anda sepenuhnya sehingga Anda harus selalu mengingat dan mengkondisikan beberapa kebutuhan yang seharusnya dibutuhkan sekarang atau kebutuhan yang bisa ditunda kebutuhannya. Beberapa orang kadang lalai dan tergiur, semakin banyak uang yang dipinjam menjadikan banyaknya kebutuhan yang dianggap harus dipenuhi.

2. Jangan gegabah

Beberapa orang bahkan menjadi gegabah setelah mengetahui bahwa lembaga yang ia datangi bisa meminjami uang dengan jumlah yang sangat besar. Bagi Anda yang hanya memikirkan foya-foya maka tentu saja jumlah uang yang akan dipinjam akan semakin lebih besar. Hal ini tentu saja karena sikap konsumtif yang tentunya akan sangat merugikan banyak sekali pihak. Jika Anda belum berkeluarga, maka tentu saja keluarga Anda atau pengurus di desa setempat yang harus menanggung kesalahan besar yang sudah Anda lakukan.

3. Mengetahui suku bunga yang ditentukan

Dalam berbagai jenis pinjam meminjam, tidak peduli pihak mana yang memberikan pinjaman maka suku bunga tetaplah suku bunga yang harus ditanggung sesuai dengan jumlah pinjaman yang Anda terima. Semakin besar biaya yang Anda gunakan maka semakin besar juga bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya. Sebelum mengajukan jumlah dana yang akan dipinjam, pertama-tama pastikan terlebih dahulu jenis suku bunga yang diterapkan di lembaga tersebut. ada beberapa jenis suku bunga yaitu jenis floating atau mengambang dan flat atau berarti tetap. Sesuai dengan namanya, peminjaman floating akan terjadi ditandai dengan kenaikan biaya bunga, suku bunga dan juga jumlah pinjaman. Di beberapa bank, suku bunga yang ditetapkan berkisar antara 10% sampai dengan 14% di beberapa bank konvensional.

4. Jangka waktu jatuh tempo

Perhatikan waktu jatuh tempo yang diberikan kepada Anda. di beberapa jenis peminjaman jangka pendek, Anda mungkin hanya akan mendapatkan waktu antara 15 hari sampai dengan 30 hari untuk bisa melunasi semua hutang yang Anda pinjam. Banyaknya pilihan jangka waktu sudah tentu memaksa Anda untuk memilih jangka waktu mana yang akan diterapkan di sistem peminjaman yang akan terjadi. Secara otomatis, semakin lama jangka waktu yang Anda ambil maka akan semakin kecil juga jumlah biaya yang harus Anda bayarkan setiap bulannya. Pengetahuan seperti ini akan sangat penting sekali bagi Anda.

5. Denda keterlambatan

Sesuai dengan namanya, denda keterlambatan ini harus Anda tanggung ketika terlambat membayar cicilan dalam setiap bulannya. Misalnya seperti ini, jika di awal perjanjian Anda sudah menyetujui bahwa bersedia membayar cicilan setiap tanggal 15 maka di bulan selanjutnya Anda harus membayar cicilan pinjaman plus suku bunga di tanggal tersebut. seperti itu seterusnya, jika jangka waktu yang dipilih adalah 48 kali angsuran maka tentu saja Anda wajib membayar sebanyak 48 kali setiap tanggal 15 dengan besaran yang sudah ditentukan sebelumnya, jika sampai terlambat melakukan pembayaran, secara langsung Anda harus menanggung denda keterlambatan yang jumlahnya bisa sewaktu-waktu berubah. Denda yang lebih parah adalah ketika Anda secara paksa diseret ke dalam hukum. Bank secara penuh berhak melakukan tindakan ini jika ternyata Anda tidak taat kepada perjanjian yang sebelumnya sudah disepakati bersama-sama. Selain cara tersebut, bank juga secara langsung bisa memotong saldo yang ada di tabungan Anda sebagai ganti dari cicilan yang harus Anda bayarkan. Akan sangat berbeda jika mengajukan dengan sistem agunan atau jaminan, aset berharga milik Anda akan dimiliki secara penuh oleh bank tersebut tanpa menunggu persetujuan dari Anda. tindakan ini mutlak dilakukan dan tentu saja Anda tidak memiliki hak apapun untuk menuntut balik pihak bank. Beberapa kesalahan juga sering terjadi ketika Anda lalai dalam segala hal.

Jika Anda merasa keberatan dengan beberapa poin-poin seperti yang sudah disampaikan di atas, Anda bisa menggunakan cara lain untuk bisa mendapatkan dana pinjaman salah satunya yaitu dengan mencari pinjaman pribadi non bank dengan meminta pertolongan terlebih dahulu kepada anggota keluarga. Jika anggota benar-benar tidak bisa membantu maka Anda bisa menjual beberapa perhiasan atau aset berharga yang sedang Anda miliki. Jika tidak memilikinya, maka segeralah datang ke pihak atau lembaga yang menawarkan jasa pinjaman uang tunai dengan dan tanpa jaminan. Akan lebih baik jika Anda mencari jasa peminjaman yang tidak mengharuskan Anda untuk memberikan jaminan berupa surat tanah, surat kepemilikan kendaraan atau emas yang dimiliki karena tentu saja risiko barang-barang berharga Anda lenyap akan jauh lebih besar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*