Kontak Saya Paid Review | Content Placement | Digital Promotion.

Kebiasaan Buruk Ngeblog yang Biasa Tak Lakukan

Kebiasaan Buruk Ngeblog – Siapa yang tidak ingin sukses dalam bidang soal blog? Atau siapa yang tidak ingin punya blog profesional layaknya problogger?

kebiasaan buruk ngeblog

Siapa sih yang tidak ingin memiliki penghasilan pasif atau passive income yang bisa meleihi gaji seorang direksi perusahaan? Atau siapa sih yang ingin punya mobil atau mungkin rumah hanya bekerja di dalam rumah?

Semua orang juga ingin. Cucu aku yang belum lahir juga ingin (kalau blog masih tetap eksis kelak).

Oh mungkin ada yang tidak tahu apa itu problogger. Problogger adalah blog terkenal dengan 8000 artikel di dalamnya.

8000 artikel manual bukan AGC atau yang otomatis lainnya. Problogger ini punyanya Darren Rowse.

Beliau menjadi full-time blogger mulai dari tahun 2002 hingga sekarang sudah menjadi salah satu rujukan dalam hal mencari ilmu. Beliau terus membuat artikel-artikel tentang blogging dan hingga sekarang sudah ada sekitar 8000an artikel.

Capek? Iya. Tapi sebanding dengan apa yang beliau dapatkan hingga kini.

Perlu diingat, seorang blogger akan mendapatkan hasil dari 2-3 bulan ke depan setelah ia membuat sebuah blog baru. Kecuali yang kuat uangnya untuk membuat pemasaran dengan biaya yang fantastis.

Itulah kenapa aku membuat artikel soal Judul SEO vs Judul Ala Hipwee, dimana melihat perbedaan pemasaran yang bisa dibilang tanpa keluar uang melawan pemasaran dengan biaya yang besar.

Terkadang, tingkah lagu seorang blogger bisa berbeda, mau tingkah yang baik atau yang buruk. Karena agar sesuai judul soal kebiasaan buruk ngeblog, maka aku akan buat kebiasaan buruk saat aku ngeblog dari dulu hingga sekarang.

Kebiasaan Buruk Ngeblog yang Aku Lakuin

Jadi, bisa dibilang ini sebagai curhatan aku soal kenapa aku masih belum menjadi seorang blogger sejati. Seperti problogger, sepertinya terlalu tinggi.

Kenapa begitu? Ya karena kebiasaan buruk ngeblog ini yang selalu mengikuti. Naksir kali ya.

#1. Kurang Fokus

Minum a**qua dong. Wah, iklan, semoga ada yang ngelirik.

Baca Juga :  Cara Dapat Uang dari Blog yang Paling Mudah Dilakukan

Kurang fokus menjadi penyakit yang bisa dibilang menjangkiti banyak blogger di Indonesia. Kurang fokus untuk membangun blognya.

Membangun blog itu bisa dikatakan selelau ada di jalan yang benar. Niat awal ingin membangun blog khusus untuk perjalanan, tetapi di tengah-tengah karena ingin ikut teman atau blog lain, akhirnya membuat artikel soal makanan, terus fashion, dan lainnya.

Kebiasaan aku karena ingin mendatangkan traffic tinggi ke blog aku, akhirnya memutuskan untuk menambah artikel yang lagi naik daun. Dan memang terbukti traffic menjadi tinggi.

Akibatnya, blog aku sudah tidak fokus dalam 1 bidang lagi. Google kurang suka, dan ke depan aku juga bingung blog ini harus dioptimasi di sebelah mana.

Itulah gunanya memilih niche atau tema blog.

Selain itu, disamping mengurusi blog ini, aku juga memiliki beberapa blog lain yang aku gunakan sebagai penghasil uang jajan. Manual dan otomatis.

Penasaran? Jangan. Nanti jatuh, sakit.

#2. Malas

Malas bisa menjadi kebiasaan buruk ngeblog pertama untuk mas dan mbaknya. Tetapi, untuk aku ini kebiasaan buruk kedua.

Jadi, konten yang ingin dibuat sudah ada soal A. Tetapi, ketika di tengah-tengah mengetik, muncul artikel yang sama yang sudah dibuat beberapa tahun atau bulan yang lalu dan sudah ada di halaman 1 Google.

Sudah deh, hapus artikel tersebut, dan tidak jadi membuat artikel. Akibatnya ya blog menjadi hampa.

Lagi, karena pemilihan niche atau tema blog yang pasaran atau umum, membuat pikiran “aku ingin bikin artikel soal A, tetapi sudah banyak yang bahas, dan mungkin sudah tidak ada yang baca“. Gagal lagi.

Studi kasusnya terlihat sama, tapi bagi aku berbeda. 1 target masuk halaman 1 Google, 1 ingin banyak yang baca atau komentar.

#3. Money Oriented

Karena tergiur dengan penghasilan seorang blogger yang bisa melebihi gaji seorang direksi perusahaan (untuk blogger profesional), akhirnya dalam membangun sebuah blog pikirannya sudah uang, uang, dan uang.

Lagi, lagi uang.

Kalau sudah begitu, aku bisa jamin 90% akan gagal. Kenapa? Karena aku pernah mengalaminya. 1 tahun kebelakang.

Baca Juga :  Cara SEO On Page Artikel yang Biasa Dipakai Orang Keren

Dalam membangun sebuah blog, jangan pikirkan soal uang dulu. Blog bukan seperti jualan (kecuali orang yang buat blog untuk jualan) yang bisa menghasilkan setelah 1 – 2 minggu.

Blog akan terlihat setelah 1 – 3 bulan ke depan. Jadi, sabar dan terus jaga blognya.

Usaha keras tak akan mengkhianati. Oi oi oi. . .

#4. Tidak Percaya Diri

Takut artikelnya jelek? Takut blognya dicemooh orang?

Mas dan mbaknya tidak sendiri. Hingga kini itu masih terjadi di aku.

Memang, dari sejak awal membangun blog, aku masih belum terlalu percaya diri untuk menunjukkan ‘karya’ aku ini. Takut sebelum berperang.

Tetapi, karena lagu Gapapa Jelek yang Penting Sombong, mulailah sedikit membuka diri tentang blog ini, terutama berkenalan dengan blogger lain. Alhasil, tidak seperti yang aku takutkan.

Simpel kan soal solusinya. Padahal kebiasaan buruk ngeblog itu sudah ada sejak lama.

#5. Kritik

Jujur, aku tidak suka dikritik. Tapi, itu salah, jelas.

Itulah kenapa aku menjadi tidak percaya diri dalam mengumbar dengan lantang “ini lho aku“, karena aku takut dikritik.

Meski sudah melakukan yang terbaik, tetapi kritik itu selalu datang. Dan semakin kesini, mulai ada pikiran ternyata memang kritik adalah saran yang harus aku pecahkan.

Mungkin ada yang berpikiran “ini untuk aku, aku hanya berbagi, entah mau orang terima atau tidak itu urusan mereka, aku juga tidak berhak untuk membagiakan atau menuruti semua keinginan orang lain“. Pernah?

Menurut mas dan mbaknya tanggapan soal pemikiran tersebut seperti apa?

Itulah 5 kebiasaan buruk ngeblog aku yang bisa dibilang hingga kini masih terjadi. Dan itulah yang menghalangi aku untuk maju semakin ke depan layaknya motor Honda di dunia blog.

Dunia yang bisa dibilang aneh dan tidak jelas bagi kebanyakan orang. Santai saja bacanya, maaf kalau tidak bisa dimengerti dan tidak nyambung.

4 Comments

Leave a Reply