Fakta Seputar Demam Berdarah Yang Harus Kamu Ketahui, Simak!

Demam berdarah sudah menjadi penyakit yang mengancam nyawa manusia sejak dahulu. Penanganan demam berdarah memang sudah membaik dari waktu ke watu sebab, alat medis sudah sangat jauh berkembang.

Namun dengan berkembangnya alat medis yang semakin canggih bukan berarti kita dapat menganggap bahwa demam beradarah adalah pernyakit yang ringan, melainkan dapat membuat kita lebih waspada.

Nah, kali ini kami akan menyuguhkan informasi seputar fakta demam berdarah yang harus nya ketahui. Bagi kalian yang penasaran, simak ulasannya sebagai berikut.

1. Batuk dan Pilek adalah gejala DBD

Fakta pertama seputar demam beradarah yang pertama ini memang cukup mencengangkan. Pasalnya dalam buku Berteman dengan Demam karya dr. Arifianro, Sp.A dan dr. Nurul I. Hariadi, FAAP, yang dirilis pada tahun 2017 lalu menjelaskan bahwa batuk dan pilek bisa saja didapatkan DBD.

Tentu hal tersebut menjadi hal yang cukup menakutkan tetapi kamu tidak perlu khawatir karena hal itu sangat jarang terjadi. Seseorang yang terkena DBD akan lebih rentang terkena gejala batuk dan pilek sebab hal itu dikarenakan terinfeksi virus influenza.

2. Jangah hanya terpatok trombosit

Fakta kedua ini memang harus kamu ketahui, pasalnya banyak sekali orang yang mengukur DBD hanya dengan melihat trombosit saja.

Padahal WHO telah menentukan criteria diagnosis seputar penyakit DBD pada tahun 1997 silam yaitu, demam yang disertai dengan penurunan nilai leukosit dibawah 100.000 per mikroliter (mcL) memang bisa dicurigai ada infeksi dengue.

Tetapi disisi lain jika trombosit sedang turun hingga dibawah batas normal bisa saja itu menandakan bahwa kamus edang terinfeksi virus maupun bakteri. Maka dari itu jangan cepat mengambil kesimpulan sendiri, lebih baik periksakan diri ke dokter agar diagnosisnya jelas.

3. Tidak harus dirawat di rumah sakit

Fakta selanjutnya memang cukup mencengangkan, pasalnya penderita DBD tidak harus dirawat di rumah sakit.

Ketika seorang anak, remaja, atau orang dewasa yang terkena DBD sekalipun, masih dalam kondisi yang cukup baik seperti masih ingin makan, minum, dan buang air kecil 6 jam sekali.

Maka mereka tidak harus dilarikan atau bahkan dirawat di rumah sakit. Kamu bisa merawatnya dirumah selama mereka belum terkena dehidrasi, tetapi sebaliknya jika seorang penderita DBD tidak mau melakukan beberapa hal tersebut maka, ia harus dilarikan ke rumah sakit sebab demi menghindari hal yang tidak diinginkan untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

4. Makanan yang tidak boleh dimakan

Ketika seseorang menderita suatu penyakit, maka dokter akan memberikan pantangan makanan termasuk kepada seorang penderita DBD.

Setidaknya terdapat 3 jenis makanan yang dilarang untuk dikomsumsi bagi penderita DBD karena takut menimbulkan efek samping yang buruk. Nah berikut informasi seputar makanan yang dilarang tersebut :

  • Makanan asam, sebab makanan asam bisa memicu seorang penderita DBD terkena sakit lainnya seperti perut yang tidak nyaman, mual, bahkan asam lambung naik. Kamu tidak boleh mengonsumsi makanan yang memiliki rasa asam tinggi.
  • Makanan pedas, makanan pedas bisa membuat seroang yang sehat menjadi diare, apalagi jika seorang penderita DBD bukan? Maka dari itu mengonsumsi pedas ketika sedang sakit hanya akan menambah parah saja.
  • Makanan berminyak, untuk larangan makanan berminyak memang tidak seintens makanan di atas, namun kamu tetap harus menghindarinya sebab makanan berminyak juga dapat mempengaruhi kondisi perutmu.

Nah itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan seputar fakta menarik tentang demam berdarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *