Ciri Ciri Virus Corona dan Penyebab Kenapa Menjadi Berbahaya

Steven masih ingat bagaimana ia disemprot oleh Albert dengan kata-kata yang kasar.

Bahkan Steven kaget mengapa Albert, teman sekantor selama 3 bulan belakangan, sampai tega mengeluarkan kata yang belum pernah ia dengan sebelumnya.

Padahal nih Steven sedang membutuhkan bantuan.

Hari itu, Steven mengalami demam tinggi, kantung matanya pucat kehitaman, dan yang paling parah adalah Steven mengalami batuk terus menerus.

Albert yang diminta tolong untuk mengantarnya ke rumah sakit pun enggan.

Steven sempat memaksa, tapi ia mengurungkan niatnya setelah melihat Albert membuncah mengeluarkan emosinya.

Suasana kantor pun hening. . .

Teman-teman Steven dan Albert tak bergeming.

Di situasi seperti ini, wajar jika setiap orang memikirkan dirinya sendiri.

Sial bagi Steven, sebagai satu-satunya karyawan pabrik bulu mata yang bisa bahasa Korea, ia sering keluar masuk ruangan bosnya yang memang baru pulang datang dari Korea, tepat setelah WHO menetapkan bahwa Corona adalah sebuah pandemik yang bisa mengancam nyawa siapa saja.

Di kantornya, Steven pun dicap sebagai pengidap Corona, jenis virus yang akhirnya diberi gelar resmi COVID-19 oleh dunia. Kesialannya seakan bertambah setelah pemerintah Indonesia telat melakukan tindakan pencegahan.

Di saat beberapa negara sudah lockdown, Indonesia masih tenang-tenang saja.

Tidak heran jika kantor tempat Steven dan Albert bekerja masih beroperasi seperti biasa.

Dan kini, ia harus terpapah ke Rumah Sakit seorang diri karena dianggap mengidap ciri ciri virus Corona.

ciri ciri virus corona

Ciri Ciri Virus Corona dan Penyebab

Secara umum, memang benar bahwa flu, sesak nagas, dan batuk kering, seperti apa yang dialami oleh Steven adalah sebuah gambaran ciri ciri virus Corona.

Akan tetapi tidak semua orang yang mengalami ciri tersebut pasti positif Corona.

Diperlukan diagnosa untuk memastikan seseorang positif mengidap penyakit COVID 19.

Tes tersebut meliputi Rapid Test yang bertujuan sebagai penyaringan pertama, Swab Test atau PCR untuk mengidentifikasi virus di dalam dahak, lalu Rontgen guna melihat cairan di paru-paru.

Jika seluruh tes tersebut hasilnya positif, maka diperlukan perawatan khusus di rumah sakit yang sudah menjadi rujukan oleh pemerintah RI.

Selain mengidap demam dengan suhu tubuh di atas 38-derajat Celcius, batuk dan sesak nafas, beberapa ciri ciri virus Corona pada beberapa kasus juga meliputi sakit kepala, nyeri di beberapa bagian badan, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, bahkan diare.

Dalam catatan resmi dan protokol penanganan COVID-19 yang dirilis oleh WHO, gejala tersebut muncul 6 hingga 14 hari sejak seseorang merasakan gejala pertama.

Penyebab penularan COVID-19 karena seseorang tidak sengaja menghirup droplet batuk atau bersin penderita COVID-19. Memegang mata, mulut, dan hidung sebelum membersihkan tangan juga bisa menjadi faktor yang menyebabkan penularan virus ini.

Kapan Harus Periksa Kesehatan?

Jika kamu merasakan beberapa gejala seperti yang sudah disebutkan di atas dan sudah berlangsung selama kurang lebih 14 hari, disarankan untuk memeriksakan diri sesuai prosedur dari pemerintah.

Bahkan sekalipun kamu merasa sehat meski mengidap gejala tersebut, diharapkan untuk melakukan isolasi mandiri dan berkonsultasi dengan petugas medis guna mencegah penyebaran virus.

Selain itu, kalau kamu baru saja bepergian dari atau ke luar negeri atau daerah yang memiliki kasus COVID-19, Pemerintah RI melalui Pemda menganjurkan untuk datang ke posko penanganan virus Corona yang dibentuk oleh Gugus Tugas COVID-19 guna dilakukan pendataan, tracking, dan juga prosedur isolasi di tempat yang sudah disediakan.

Sedangkan bagi mereka yang melakukan kontak dengan penderita Corona atau ada keluarga yang sudah positif, diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan menghindari kontak dengan orang lain.

Dalam kasus seperti ini, biasanya ada pihak dari Kemenkes yang akan melakukan monitoring secara berkala untuk memantau perkembangan kesehatan.

Tak hanya itu, kita memang diharuskan waspada terkait penyebaran virus mematikan ini.

Selain perlu mengetahui ciri ciri virus Corona, social distancing juga diperlukan untuk menghentikan penyebaran.

Sebenarnya, ulasan lengkap soal virus corona ini bisa kalian baca di artikel Halodoc, kalau yang saya tulis ini hanya sebagian kecil saja.

Di artikel yang dibuat oleh Halodoc tertuang sangat lengkap, mulai dari pengertiannya, gejala, pengobatan hingga pencegahan agar virus mematikan ini tidak cepat menyebar.

Bahkan, di Halodoc kalian dapat tanya-tanya dengan dokter untuk memastikan kesehatan tanpa harus capek-capek mengantri.

Tak lupa juga, Halodoc menyediakan berbagai bacaan menarik seputar kesehatan yang akan bermanfaat buat kalian karena ingat, kesehatan itu nomor satu.

Hmm, sekarang Steven bisa bernafas lega, meski sempat terbaring selama 4 hari di kamar kosnya untuk melakukan work from home karena ia hanya didiagnosa flu biasa yang disertai dengan gejala tifus.

Albert memang tidak pernah menjenguknya, tapi ia selalu memberikan semangat dan doa dalam setiap pesan WhatsApp-nya. Keduanya kini pengangguran karena PHK.

Leave a Comment