Kontak Saya Paid Review | Content Placement | Digital Promotion.

Bulan Puasa Mending Buka Bisnis Online

bisnis online

Mendengar kata bisnis online tentu akan muncul kata olshop atau online shop, ready sis, cek ig kita sis, dan minat langsung hubungi kontak ya sis di otak kita. Sebenarnya, kenapa kita selalu ingat tentang kata-kata itu?

Bisnis online merupakan sebuah terobosan baru dalam era saat ini dengan memasukkan unsur teknologi kedalam proses bisnis yang sudah ada. Layaknya sebuah bisnis biasa, bisnis online juga ada pedagang, barang atau jasa, dan penjual. Bedanya adalah di keterlibatan teknologi baik ponsel, komputer, website, atau media sosial.

Gampangnya, kita bisa melihat proses bisnis di pasar tradisional. Itu bisnis tradisional. Datang ke pasar, memilih sayur atau lainnya, bayar, selesai. Tidak ada teknologi yang terlibat di alur bisnis tersebut. Kalau bisnis online contohnya adalah online shop yang biasa ada di Lazada, Bukalapak, Blibli, dan lainnya. Barang yang dijual tidak bisa kita sentuh atau bau, hanya muncul foto, harga dan deskripsi. Cocok baru kita bayar, dan penjual akan mengirimkan barang tersebut lewat ekspedisi.

“Bisnis Online Rawan Penipuan !!”

Oke, ini salah satu halangan pertama yang sering dikeluhkan oleh sebagian masyarakat. Bisnis online memang rawan akan terjadinya penipuan. Penipuan disini adalah ketika kita sudah bayar untuk membeli barang yang dijual di sebuah website atau lainnya, tetapi barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang ada di foto, contoh kita membeli sebuah pakaian batik dewasa, ternyata yang dikirim adalah baju boneka barbie yang ukurannya mini. Parahnya lagi, sudah transfer untuk suatu barang atau jasa, penjual malah kabur dan tidak ada kabar. Hasilnya duit melayang, barang atau jasa hanya kenangan.

Sebenarnya, masalah penipuan online ini bisa diatasi dengan mudah. Hanya perlu kecermatan dan kesabaran kita sebagai pembeli dalam memilih penjual yang terpercaya dan terakreditasi.

Tips Menghindari Penipuan Online

Cara pertama dan utama adalah dengan melihat testimoni atau review dari pembeli lainnya. Semakin banyak testimoni maka semakin terpercaya pula sang penjual. Tetapi, selain melihat jumlah testimoni yang ada, perhatikan juga kalimat-kalimat atau kata dalam testimoni yang ada. Kalau mirip-mirip maka dipastikan itu testimoni palsu.

Cara kedua, dengan melihat pembayaran yang disediakan. Penjual akan meminta transfer bayar pada rekening miliknya. Kalau penjual menyediakan banyak rekening bank dengan nama yang sama maka bisa untuk diperaya. Tetapi, kalau beda-beda namanya dan hanya sedikit nomor rekening yang dimiliki harap hati-hati.

Cara ketiga, kalau belanja di Facebook perhatikan komentar pada foto barang yang dijual. Lihat komentar yang masuk, apakah yang komentar adalah akun yang kurang dipercaya (teman sedikit dan jarang update), atau akun yang aktif di Facebook. Semakin banyak yang komentar maka semakin bisa dipercaya.

Cara keempat, kalau membeli dari Instagram juga perlu hati-hati. Perhatikan jumlah pengikut (followers), semakin banyak semakin dipercaya. Sayangnya, sekarang sudah banyak penjual pengikut (followers), tetapi tenang saja. Perhatikan foto-foto yang diposting. Lihat komentar dan jumlah likesnya. Sebanding atau tidak dengan jumlah pengikutnya. Jumlah pengikut ada 2 juta tetapi yang like atau komentar hanya 3 orang, maka harap hati-hati. Biasanya yang endorse artis atau akun-akun selebgram bisa dipercaya, tetapi tetap lihat cara diatas.

Baca Juga :  Daerah Penghasil Batubara di Indonesia Paling Lengkap

Cara kelima, kalau beli di website-website dengan domain produk adalah lihat tampilan websitenya. Kalau tampilan websitenya bagus dan terlihat profesional, boleh untuk dicoba membeli. Selain itu, perhatikan ketentuan pembelian (FAQ), jumlah rekening bank, ketersediaan produk, dan cari website-website dengan kriteria yang sama dengan website sebelumnya.

Cara keenam, pastikan membeli di marketplace (e-commerce) menjadi pilihan pertama. Marketplace yang dapat dipercaya adalah Lazada, Blibli, Tokopedia, Bukalapak, dan masih banyak lagi. Silahkan komentar untuk mendapatkan list marketplace yang bisa dipercaya. Cari barang yang diinginkan, dan sortir menurut harga termurah kalau ingin mencari yang murah. Atau sortir menurut ulasan atau review atau diskusi ata rekomended kalau ingin yang terpercaya.

Biasanya ketika saya ingin membeli sesuatu di marketplace, saya sortir pertama untuk harga termurah. Lihat tidak ada review untuk harga murah, ganti sortir menurut ulasan atau rating atau rekomended. Disitu akan nampak berapa review yang ada, tetap cari yang termurah dari yang terekomended.

Enaknya belanja di marketplace adalah adanya rekening bersama. Jadi, setelah menemukan barang yang dicari, kita transfer ke marketplace tersebut. Marketplace tersebut konfirmasi ke penjual kalau dana sudah diterima dan segera dikirim. Penjual kirim barang ke kita, setelah kita terima barang sebaiknya langsung diperiksa apakah sesuai dengan deskripsi barang yang dituliskan penjual. Kalau cocok maka bisa konfirmasi ke marketplace untuk meneruskan dana kepada penjual. Kalau tidak sesuai, maka segera komplain kepada penjual dan pihak marketplace belum meneruskan dana ke penjual sampai benar-benar selesai. Jadi, tidak gampang tertipu.

Keenam cara diatas adalah awal untuk mencegah terjadinya penipuan ketika ingin melakukan transaksi online. Bisnis online itu tidak mudah seperti cari – pilih – beli – tunggu – terima. Ada banyak celah yang bisa dimanfaatkan para penjual nakal untuk meraup keuntungan yang lebih besar.

Selain itu, bisnis online tidak mengenal umur, yang pasti sudah bisa mengoperasikan ponsel atau komputer. Bisnis online bisa dilakukan atau dikerjakan oleh siapa saja, jenis kelamin apa saja, dan pendidikan apa saja. Nah, mumpung sebulan lagi sudah masuk bulan puasa, bagaimana kalau membaca tentang bisnis online apa saja yang bisa dilakukan ketika bulan puasa. Hitung-hitung mendapatkan penghasilan tambahan untuk hari raya nanti.

[wc_box color=”inverse” text_align=”left” margin_top=”2″ margin_bottom=”1″ class=””]

Bisnis Online yang Bisa Dilakukan di Bulan Puasa

[/wc_box]

  • Bisnis Online Kue Kering
  • Bisnis Online Pakaian Muslim
  • Bisnis Online Makanan Berbuka atau Sahur
  • Bisnis Online Peralatan Ibadah
  • Bisnis Online Pulsa

Itulah contoh 5 bisnis online yang bisa dilakukan ketika bulan puasa nanti. Daripada bengong kelaparan memikirkan nanti buka jam berapa, atau memikirkan foto dia yang sudah pergi bersama yang lain, lebih baik mencoba terjun bisnis online untuk bekal nanti hari raya.

1. Bisnis Online Kue Kering

bisnis kue kering

Seperti yang sudah saya jelaskan di artikel soal cara bisnis online kue kering, dimana tampilan dan keunikan menjadi hal yang pertama yang harus dilakukan ketika ingin memulai bisnis kue kering. Setelah itu, rasa juga jangan lupa diperhatikan untuk menjaga ketertarikan pelanggan kepada bisnis kita.

Baca Juga :  Pilih Mana Beli Rumah Baru atau Bekas?

2. Bisnis Online Pakaian Muslim

hijabBisnis online yang sedang ramai saat ini. Tentu bukan sesuatu yang awam soal bisnis online pakaian muslim. Banyaknya penjual-penjual yang menjajakan jilbab persegi, jilbab lingkaran, sajadah dengan turbo, gamis terbang, atau apapun itu menjadikan timeline di instagram atau twitter serasa pasar busana muslim. Dilihat modelnya sama tetapi namanya berbeda. Di bulan puasa tentu barang seperti ini menjadi ramai yang cari. Banyak yang cari, banyak pula yang jual. Bingung? Kembali ke tips diatas. Fashion menjadi hal yang utama ketika menyambut hari kemenangan, oleh karenanya bisnis online pakaian muslim tergolong sangat menguntungkan.

3. Bisnis Online Makanan Berbuka atau Sahur

bukaIni terlihat sangat riskan untuk dilakukan pengiriman lewat jasa ekspedisi. Mungkin ini mudah terealisasikan untuk 1 wilayah saja, misalnya untuk Jakarta saja, atau Bandung, atau Surabaya. Hal ini dikarenakan sebuah makanan tidak akan awet ketika dilakukan pengiriman. Kalau 1 kota, ketika tidak memasak untuk berbuka bisa pesan lewat online dan dikirim saat itu juga lewat pengantar dari penjual. Begitu juga ketika sahur. Untuk yang sering memasak atau pandai memasak bisa dicoba.

4. Bisnis Online Peralatan Ibadah

quranBisnis ini sebenarnya bisa diilang mirip seperti yang nomer 3. Tetapi, ini lebih ke peralatan seperti Al-Quran yang bisa ngomong, tasbih yang bisa ngomong juga, atau mungkin mukena model terbaru yang bisa menjadi pusat perhatian ketika sholat Ied nanti. Cocok untuk yang sering merajut sendiri atau senang menjahit untuk membuat seperti sajadah yang bisa terbang, dan lain-lain.

5. Bisnis Online Pulsa

pulsaBulan puasa identik dengan malas, meskipun tidak semua. Malas berjalan, malas kelar rumah, atau malas untuk kembali ke pelukanmu lagi. Dan, bisnis online pulsa menjadi ladang yang indah dalam meraup pundi-pundi rupiah. Masalahnya, kalau teman atau saudara yang beli pulsa kadang bayarnya tahun depan. Iya atau Iyes? Solusinya bisa membut website dengan pengisian 24 jam. Jadi, orang yang ingin membeli pulsa harus transfer pembayaran terlebih dahulu, dan kalau sudah masuk ke rekening maka server akan mengirimkan pulsa secara langsung 24 jam.

Selain itu masih banyak bisnis online yang bisa dilakukan ketika bulan puasa seperti menemani berbuka puasa diluar ketika ada undangan buka bersama untuk kaum jomblo dan mengirim sms “selamat berbuka” atau “selamat sahur”. Mau? Silahkan komentar dibawah untuk yang mau, biaya nanti dibicarakan.

Ada juga bisnis online jual jasa pembuatan website untuk yang pandai soal programming, bisnis online dropship untuk yang minim modal, bisnis online likes dan komentar di postingan Instagram, masih banyak kegiatan yang bisa dijadikan bisnis online. Tidak harus menjurus ke barang.

Sayangnya, ada 3 hal yang paling penting ketika ingin memulai dan terjun bisnis online. Jangan hanya tergiur dari hasilnya yang sangat banyak.  3 hal itu adalah niat, praktek, dan fokus. Usaha keras tidak akan pernah mengkhianati. Sudah siap untuk bisnis online di bulan puasa?

2 Comments

Leave a Reply