Era sekarang ini adalah era yang memungkinkan semua orang dapat dengan mudah berkomunikasi antar sesama tanpa harus ada suatu bentuk usaha lebih guna mewujudkannya. Ibaratnya adalah bumi ini sudah ada jalur komunikasi yang terhubung satu dengan lainnya. Dulu, komunikasi adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan, terutama komunikasi dari dan ke tempat yang terpencil atau pelosok.

Entah apa yang tidak bisa didapat di zaman berteknologi saat ini. Bahkan kebahagiaan tersendiri bisa didapatkan dengan mudah dengan cara salah satunya adalah melihat foto atau video lucu tentang anak kucing, atau tentang tingkah laku panda kecil yang jatuh dari pohon dengan sekali klik di layar gadget tanpa harus kita memiliki hewan-hewan tersebut.

Pengguna Media Sosial di Indonesia

Pengguna Media Sosial di Indonesia

Ingin sedih dan mengenang sebuah momen bersama pasangan pun dapat dilakukan secara cepat. Pilih lagu, matikan lampu kamar, melihat foto kenangan di gadget atau album foto digital, dan menangis. Apa yang susah didapatkan di era teknologi saat ini?

Eh, diatas ada kata album foto digital. Emang ada, ya? Apakah itu?

Instagram

Instagram

Instagram

Siapa yang sekarang tidak kenal dengan yang namanya Instagram? Pasti semua kenal terkecuali kakek neneknya yang memang tinggal di desa dan tidak ingin kehidupan hari tuanya dihabiskan dengan like, comment, and subscribe. Instagram adalah album foto digital. Di masa saya muda (sekarang masih muda juga), yang namanya album foto itu bentuknya nyata, padat, dan memiliki plastik.

Album foto sendiri adalah tempat kita menyimpan foto-foto saat momen khusus atau tidak khusus. Seperti foto pernikahan, foto ulang tahun, foto kelahiran, foto liburan, dan lainnya. Hanya saja, hal itu saat ini semakin terkikis dengan adanya pengganti yang saya sebut juga sebagai penemuan luar biasa, yaitu Instagram.

Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto dan video yang memungkinkan kita untuk mengambil foto dan video, edit foto, dan bisa dibagikan foto kita kepada teman-teman saat itu juga. Inilah yang tidak dimiliki oleh album foto zaman old. Album foto mana bisa menyimpan video atau membagikan kepada teman-teman saat itu juga? Bisa dibagikan tetapi tentu saja akan terbatas yang melihat, dan tentu ada resiko yang akan terjadi seperti rusak atau hilang.

Di Instagram sekarang ini kita sudah bisa mengambil foto dan video menggunakan ponsel, mengeditnya hingga terasa nyata dan aduhai, membagikan kepada teman-teman secara langsung tanpa harus memberitahu mereka satu-per-satu, dan bahkan sekarang Instagram sudah memiliki fitur terbaru mereka, yaitu Insta Stories dimana fitur ini bisa mengunggah foto atau video singkat yang diimbuhi teks atau coretan gambar.

Album foto mana bisa, ya kan? Lantas, siapa pendiri Instagram itu sendiri? Jawabannya adalah Kevin Styrofoam Systrom.

Kenalan dengan Kevin Systrom

Kevin Systrom

Kevin Systrom

Menurut cenayang saya, Kevin Systrom adalah seorang programmer komputer dan juga pengusaha di dunia internet. Bersama rekannya bernama Mike Krieger, Instagram itu dibuat. Ia lahir dari kandungan ibunya yang berjenis kelamin perempuan tanggal 30 Desember 1983 atau H-1 tahun baru.

Kevin Systrom dibesarkan di kota kecil di Amerika Serikat, tepatnya kota bernama Holliston, Massachusetts. Nama ayahnya adalah Douglas Systrom dan ibunya adalah Diane. Ayahnya merupakan seorang kepada sumber daya manusia dan ibunya merupakan marketing eksekutif. Jadi, memang tergolong dari keluarga yang cukup.

Kevin Systrom menamatkan sekolah menengah umumnya di Middlesex School di Concord, Massachusetts. Setelah lulus SMA, ia meneruskan pendidikannya di sebuah kampus bernama Stanford University dan mengambil jurusan Management Science and Engineering. Kevin lulus tahun 2006.

Saat kuliah, ternyata Kevin pernah kerja paruh waktu atau kerja sambilan di sebuah perusahaan startup bernama Odeo. Tidak lama, Odeo menjadi berkembang dan semakin dikenal sebagai penyedia layanan mikroblogging yang isinya dipenuhi hastag tidak jelas kalau trendingnya diatur di negara Indonesia, Twitter.

Tahun 2006, setelah Kevin lulus dari Stanford, ia kemudian gabung dengan perusahaan ternama lainnya, Google sebagai manajer pemasaran produk yang memasarkan produk digital Google seperti Gmail, Spreadsheets, Google Calender, dan Google Docs.

Setelah dari Google, ia pindah ke perusaan Nextstop yang tidak lain adalah perusahaan startup dengan pendirinya merupakan beberapa karyawan Google dengan posisi pemasaran juga. Tetapi, tidak hanya pemasaran, Kevin juga kadang membantu dalam pemilihan ide-ide untuk pemrograman.

Karena sudah bekerja di 2 perusahaan besar, Kevin tidak tahan untuk membuat perusahaan sendiri yang meciptakan aplikasi disebut Burbn, dimana inilah awal dari Instagram. Ketika masih hangat, Burbn, Inc. lebih fokus kepada teknologi HTML5 mobile, tetapi kedua CEOnya yaitu Kevin Systrom dan Mike Krieger, memilih fokus kepada 1 hal saja. Setelah percobaan sekitar seminggu, akhirnya Burbn versi pertama berhasil dibuat meski masih belum terlalu sempurna.

Versi pertama ini ada beberapa fitur seperti memungkinkan orang check-in lokasi, membuat rencana, mendapatkan poin untuk bergaul dengan teman-teman, dan lainnya. Sayangnya, mereka seperti keduluan dari Facebook yang sudah membuat aplikasi check-in yaitu Foursquare.

Karena tidak ingin memulai lagi dari awal, akhirnya mereka berdua sepakat untuk mengurangi beberapa fitur yang ada, dan hanya berfokus kepada bagian foto, seperti komentar pada foto dan menyukai sebuah foto yang ada. Hingga akhirnya muncul Instagram.

Nama Instagram diambil dari pengertian keseluruhan fungsinya, yaitu “Insta” artinya “instan”, fungsi ini seperti yang ada di kamera polaroid dimana kamera ini dikenal sebagai kamera instan. Instagram juga bisa menampilkan foto-foto secara instan. Kata “gram” awalnya dari kata “telegram”, yang memiliki kandungan arti untuk mengirimkan informasi kepada orang lain secara cepat. Kalau digabung, Instagram adalah aplikasi berbagi foto dengan menggunakan jaringan internet yang membuat penerimaan informasi dapat diterima dengan cepat.

Pengguna Aktif Instagram

Grafik Pengguna Aktif Instagram dari Tahun 2013 – 2017

Satu bulan setelah peresmian juga peluncuran, aplikasi Instagram dapat meraup 1 juta pengguna. Satu tahun kemudian, penggunanya malah melebihi hingga 10 juta lebih. Dan di tahun 2012, Facebook akhirnya tertarik untuk mengakuisisi dengan tawaran sebesar USD 1 miliar. Amazing !

Instagram Kini

Entah harus bagaimana kita berterimakasih kepada Kevin Systrom dan Mike Krieger sudah membuat Instagram. Dengan adanya Instagram, kita bisa melihat berbagai macam keindahan kehidupan dalam sebuah foto. Kreativitas tanpa henti ditunjukkan dengan hanya sebuah foto yang mana nilai kandungannya tidak akan pernah luntur selama foto itu ada.

Bahkan, sekarang Instagram sudah menjadi ladang penghasilan yang sangat potensial untuk kaum muda kreatif. Pekerjaannya juga beragam, dari yang namanya selebgram seperti Ria Ricis atau @amrazing dengan komposisi foto yang aduhai, hingga yang terima endorse suatu barang atau jasa. Kisah sukses dari mereka juga banyak ditiru kids-kids zaman now. Salah satunya adalah seperti gambar dibawah ini :

Saya sekarang suka untuk lihat-lihat foto yang diunggah oleh 2 akun baru, yaitu @dramaojol.id dan @drama.olshop. Di kedua akun tersebut banyak sekali unggahan yang lucu dan bermanfaat. Seperti di @dramaojol.id, ada salah satu akun pengikut yang mengirimkan pesan kalau dia akan menikah dengan salah satu driver ojek online yang ditemuinya atau dia pesan. Tentu saja ini menyulut reaksi dari para pengikut setianya. Hal yang lucu dan bikin iri terlepas itu hoax atau tidak. Kalaupun hoax, ya tidak perlu digubris.

Keindahan dunia yang tidak terjamah, kini sudah bukan menjadi rahasia tersendiri. Sebuah foto dapat merubah suasana hati seseorang. Foto adalah kenangan yang tergambar. Foto adalah jejak rekam sebuah pengalaman. Dan, foto adalah masa lalu yang masih dapat kita lihat.

Oh ya, kalau ingin bisa membuat aplikasi seperti Kevin Systrom dan rekannya, ternyata tidak perlu jauh-jauh untuk kuliah di Stanford University. Cukup ke Dumet School.

Dumet School merupakan tempat Kursus Website, Digital Marketing, dan Desain Grafis yang berlokasi di Jakarta dan Depok. Tidak perlu ke Amerika untuk menjadi seperti Kevin. Lebih detail dari Dumet School yaitu lembaga kursus yang bergerak di bidang pendidikan khususnya kursus website, digital marketing, dan desain grafis.

Sampai saat ini DUMET School sudah memiliki lulusan lebih dari 5000 orang dari berbagai status dan profesi mulai dari pelajar sekolah, mahasiswa, guru, dosen, staff profesional, freelancer, dll. Mereka tidak hanya yang tinggal di Jakarta saja namun banyak juga yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kenapa Dumet School

Alasan Harus Dumet School

Alasan Harus Dumet School

DUMET School membuka cabang pertamanya pada tahun 2013. Sampai dengan tahun 2017 ini, DUMET School memiliki 5 cabang yang berlokasi di Kelapa Gading, Grogol, Tebet, Srengseng, dan Depok. So, hidup seperti Kevin tidak harus kuliah yang mahal dan jauh ke Amerika. Coba hubungi Dumet School dan rasakan sensasinya!

Eits, tapi kalau kalian masih ragu, coba lihat video testimoni berikut ini agar kalian lebih percaya kalau Dumet School adalah salah satu kursus web programming terbaik di Indonesia.

Kontak Dumet

  • Kelapa Gading: 0851-0055-5666
  • Grogol: 0819-7555-666
  • Tebet: 0812-1999-9155
  • Srengseng: 0812-9933-3913
  • Depok: 0812-9393-3210

Share This