Bermimpi Bermain Bola Plastik di Stadion Klub-Klub Besar Liga Inggris

Hanya sebuah angan-angan yang entah kapan terwujudnya. Kalau kalian mendengar kata Inggris, apa sih yang ada di benak pikiran kalian?

London? Bola? Ratu Elizabeth? atau tes toefl?

Kalau saya tentu saja Inggris identik dengan bola. Sebagai salah satu negara terbaik dalam urusan sepak bola, Inggris sangatlah cocok untuk menjadi destinasi wisata bagi para pecinta sepak bola, khususnya liga nomor satu dunia, Liga Inggris (English Premier League).

Bukan hal yang asing lagi kalau di Indonesia kita lebih mengenal Liga Inggris daripada liga-liga sepak bola lainnya di negara lain seperti Liga Italia, Liga Spanyol, ataupun Liga Jerman. Alasan lain tentu saja Liga Inggris dihuni banyak sekali pemain bintang di seluruh dunia yang mana namanya sudah dikenal di Indonesia.

Siapa yang tidak kenal dengan Eden Hazard, David de Gea, Didier Drogba, Mohammed Salah, hingga Sergio Aguero. Semua pemain bintang di negaranya masing-masing nyatanya merumput di Liga Inggris. Manchester United, Manchester City, Chelsea, Liverpool, Arsenal, tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia dengan segala bentuk prestasi, drama, hingga sejarahnya.

Chelsea Football Club, dimana ini menjadi tim favorit saya di Liga Inggris hingga sekarang. Kalau menang favorit, kalau kalah ya pura-pura tidak suka sepak bola. Hahahaha. . .

Ketika Chelsea FC datang ke Jakarta pun saya nekat untuk menonton langsung di Gelora Bung Karno. Bermodalkan uang jajan seadanya, saya akhirnya memutuskan untuk berangkat bersama teman di di salah satu forum terbesar di Indonesia yang memang belum pernah ketemu sebelumnya. Selain itu, saya juga berangkat dengan teman yang awalnya ketemu di dunia game, dan karena juga sama-sama senang dengan Chelsea, akhirnya memutuskan untuk nonton bareng bersama komunitas Chelsea di Surabaya.

Pertama juga nih ke Jakarta sama teman-teman yang baru dikenal. Padahal ketika itu lagi bulan puasa jadi kenekatan semakin menjadi-jadi untuk merasakan puasa di kota orang. Ternyata, lebih berat puasa di kota orang sebab bingung cari makanan buka disana.

Nah, untuk itu, meskipun saya menyukai Chelsea FC saja, bukan tim Liga Inggris lainnya, saya berkeinginan untuk datang langsung ke Stamford Bridge Stadium dan Cobham Training Centre sebagai markas utama klub Chelsea FC. Tidak hanya berkunjung dan jalan-jalan, saya sangat berkeinginan untuk bermain bola plastik bersama pemain-pemain Chelsea. Selain itu, meski tidak suka dengan tim lain, bukan berarti saya tidak ingin datang ke markas mereka juga, saya malah ada daftar resolusi untuk travelling di stadion klub-klub big six. Tahu nggak nih kalian soal big six? Hehehe. . .

Jadi, big six adalah klub-klub yang selalu menghuni peringkat dari peringkat 1 hingga peringkat 6 yang mana diiisi oleh klub-klub besar, yaitu Duo Manchester (Manchester United dan Manchester City), Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham. Setiap kompetisi Liga Inggris, keenam tim ini selalu bergantian dalam menempati peringkat 1 hingga 6.

Melihat gambar diatas tentu saja stadion klub kesayangan saya, Chelsea FC harus didatangi di hari pertama tiba di London, Inggris. Selanjutnya, untuk stadion lain mungkin bisa menyesuaikan situasi kondisi disana, namun menjadi sebuah resolusi travelling 2019 yang keren punya kalau bisa mengunjungi semua stadion klub-klub besar di Inggris.

Chelsea Football Club. Klub yang bermarkas di Stamford Bridge, Fulham Road, London, SW6 1HS, ini merangsek menjadi tim papan atas Liga Inggris setelah era Roman Abrahamovic sebagai pemilik klub. Kucuran uang tanpa batas ketika itu membuat Chelsea mulai berevolusi sebagai klub yang harus diperhitungkan dalam kancah Liga Inggris.

Pemain-pemain kelas dunia pun perlahan mulai merapat ke klub yang berjuluk The Blues ini. Didier Drogba, Joe Cole, Damien Duff, hingga yang paling banyak menyorot publik adalah Fernando Torres.

Alasan saya mengunjungi markas Chelsea pertama kali tentu ingin berfoto di depan Stamford Bridge dan markas latihan mereka di Cobham Training Centre, siapa tahu juga bisa berswafoto dengan salah satu pemain Chelsea seperti Eden Hazard ataupun David Luiz. Siapa coba yang tidak ingin berfoto dengan pemain idolanya yang bermain di salah satu klub besar di dunia? Hehehe. . .

Kalian tahu nggak guys kalau David Luiz ini hobi banget untuk foto? Makanya saya ingin sekali berfoto bersama dengan David Luiz. Asli nih orang kalau foto gesrek abiss !!!

Destinasi kedua saya adalah stadion dari klub bersejarah di Liga Inggris, Liverpool FC. Disini saya ingin mencoba untuk belajar tentang arti sebuah kesabaran. Kesabaran mendapatkan trofi Liga Inggris. Muehehehehe. . .

Datang di Anfield Stadium ini tentu saya juga tidak ingin lupa untuk berfoto di lorong sambil menyentuh logo Liverpool yang besar ketika akan menuju ke dalam lapangan dimana ini adalah salah satu tempat ikonik di Anfield.

Adapun juga harus bisa bertemu dengan Mohammed Salah untuk diajak sholat berjamaah karena seperti yang sudah diketahui banyak orang kalau Salah ini pemain yang religius.

Selain itu, saya juga mungkin akan berfoto dengan Piala Liga Champions yang didapat Liverpool tahun 2005. Ketika itu Liverpool berhasil menggondol Piala Liga Champions setelah menaklukkan AC Milan dalam drama adu penalti dimana sebelumnya Liverpool berhasil menahan imbang AC Milan meskipun tertinggal 3-0 terlebih dahulu. Salah satu momen ikonik Liga Champions.

Sama seperti dengan saya kalau datang ke markas Liverpool FC, di markas Arsenal FC saya juga harus bisa membawa pesan tersendiri untuk membuat saya agar bisa lebih sabar dalam menghadapi segala hasil juga keadaan hidup karena Arsenal FC adalah klub paling paling sabar di Liga Inggris. Sabar kok dibanyakin, piala tuh banyakin !! Hahahaha. . . .

Arsenal FC merupakan klub dengan predikat spesialis peringkat 4 karena memang sering kali menduduki peringkat 4 di Liga Inggris. Bahkan, dari Arsenal FC saya juga bisa mendapatkan apa arti sebuah kesetiaan. Yap, kalian tahu soal Arsene Wenger, kan? Beliau adalah pelatih terlama dalam menjabat sebagai pelatih di Liga Inggris meskipun performa tim yang dilatihnya belum memenuhi hasrat para fans juga petinggi klub. Setia banget, lho!

Tapi, terlepas dari itu, saya ingin juga jalan-jalan dalan stadion yang mana disinilah nama Thierry Henry menjadi sangat besar, bahkan menjadi andalan saya ketika bermain play station waktu itu. Ada juga Dennus Berkamp dan Patrick Vieira yang menjadi salah satu punggawa Arsenal FC ketika menjalani Liga Inggris TANPA KEKALAHAN satu kali pun musim 2003-2004. Amazing kan !!! Dan, kalau bisa akan berfoto dengan idola sejak SMP, Petr Cech.

Bergerak ke salah satu dari duo Manchester, yaitu Manchester City. Klub yang sangat sangat kaya ini membuat gebrakan baru di Liga Inggris dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Bagaimana tidak, semua pemain kelas wahid diborong semua oleh Manchester City. Bahkan, pemain cadangannya juga terdiri dari para pemain-pemain yang seharusnya tidak berada disana kalau di klub lain.

Sokongan uang melimpah khas Timur Tengah sangat jelas membuka pintu gerbang gudang piala, hanya tinggal bagaimana menemukan cara untuk mendapatkan piala tersebut. Pelatih top markotop sekelas Pep Guardiola pun juga tidak luput untuk didatangkan dalam meracik strategi guna memenuhi rak-rak piala Manchester City.

Saat disana, tentu seperti biasa saya akan berfoto di depan Etihad Stadium sebagai markas The Citizens dan siapa tahu saya bisa bertemu pemilik klubnya dan meminta sedikit uang saku untuk digunakan membeli oleh-oleh dari Inggris.

Resolusi destinasi 2019 selanjutnya adalah Wembley Stadium yang saat ini menjadi markas Tottenham Hotspur sat stadion milik mereka sendiri sedang di renovasi. Wembley ini guys ibaratnya seperti Gelora Bung Karno di Indonesia. Ya, menjadi stadion utama negara Inggris ketika tim nasional mereka bertanding.

Menjadi stadion terbesar juga di Inggris, tentu tidak boleh dilewatkan begitu saja untuk berfoto di depan Wembley. Selain itu, ingin mencoba semua fasilitas yang ada di Wembley seperti bagaimana rumputnya, seberapa empuk tempat duduknya, atau seberapa sayang dia padaku ramah para pegawai yang bertugas.

Siapa tahu impian untuk sekedar bermain bola plastik di lapangan Wembley bisa kesampaian.

Tempat impian terakhir sebelum balik ke Indonesia adalah stadion dari klub besar yang memiliki banyak penggemar di Indonesia, Old Trafford.

Stadion milik Manchester United ini memiliki julukan lain yaitu Theatre of Dreams yang diberikan oleh Bobby Charlton. Mungkin bisa menjadi impian semua orang untuk bisa berfoto di depan megahnya Old Trafford, bahkan saya juga kalau diajak ke Old Trafford ya mau mau saja meskipun saya tidak menyukai Manchester United.

Stadion penuh sejarah ini bisa menjadi sebuah arena berfoto yang mahal untuk bisa dipamerkan di Instagram kita. Belum lagi, kalau kita bisa berfoto bersama salah satu pemain bintang yang kini berseragam Juventus, Cristiano Ronaldo. Di stadion Old Trafford ini masih ada replika jersey CR7 yang dipampang untuk mengenang kegemerlapan sinar Cristiano Ronaldo saat membela Manchester United.

Nah, setelah mengunjungi markas Manchester United ini, saya bisa dengan tenang balik ke Indonesia dan bersiap untuk membuat resolusi perjalanan impian saya selanjutnya. Tidak munafik kalau mencantumkan Makkah dan Madinah dalam daftar Resolusi Traveling 2019, hanya saja ada beberapa situasi yang masih belum memungkinkan.

Sayangnya, saya sekarang kebingungan soal bagaimana nanti saya disana? Mau makan apa yang halal? Mau menginap dimana?

Andai saja disana ada RedDoorz di Inggris ya guys, hehehe, mungkin saya akan lebih tenang.

Wait, kalian tidak tahu RedDoorz? Waaaahhh. . . . .

RedDoorz itu  jaringan penginapan budget online terbesar di Indonesia yang berfokus pada perkembangan penginapan dan distribusi penjualan secara online. RedDoorz akan memilih properti yang berpotensi untuk bekerja sama secara langsung dan terikat komitmen dengan brand RedDoorz.

Bedanya dari yang lainnya selain meningkatkan kualitas penginapan secara permanen untuk memenuhi standar utama – seperti kelengkapan fasilitas adalah, RedDoorz ini akan bertanggung jawab untuk membantu penjualan kamar secara online dan offline – termasuk penjualan skala besar seperti corporate sales program. Seakan tidak lepas tangan begitu saja ya guys!

Cara kerja RedDoorz adalah sebagai jembatan penghubung antara pemilik penginapan atau orang yang ingin mendirikan usaha penginapan dengan calon kustomer. Bermodalkan kepercayaan dan komitmen, RedDoorz mencoba memberikan sistem atau model bisnis yang akan memudahkan pengelolaan dari sisi operasionalnya.

Selain itu, RedDoorz juga akan memberikan berbagai macam fitur seperti program loyalty, promosi marketing, layanan Customer Service 24-jam yang siap menjawab pertanyaan customer ataupun partner RedDoorz setiap saat, hingga beragam metode pembayaran yang bisa menyesuaikan masing-masing pemilik penginapan dan calon kustomer.

Inilah kenapa saya mengharapkan RedDoorz bisa melebarkan sayap hingga ke seluruh pelosok bumi. Saya terkesan dengan apa yang ditawarkan RedDoorz kepada calon kustomernya yang sedang kebingungan mencari sebuah penginapan yang nyaman juga bersih.

Dari layanan diatas saja mungkin kita akan berfikir kalau itu adalah fasilitas untuk penginapan yang mahal, tetapi, ketika kalian mencoba mengeceknya di website RedDoorz, maka kalian akan terkejut. Hahaha. . .  Bagaimana tidak, harga penginapan 100 ribuan saja, kalian bisa mendapatkan semua fasilitas diatas itu, lho!

  • Linen yang bersih
  • Kamar mandi yang jelas bersih juga
  • Tersedia perlengkapan mandi, jadi kalian tidak perlu bingung mau beli sabun dimana
  • Ada televisi dengan satelit
  • Tidak lupa WiFi gratis yang bikin kalian tidak akan mati gaya di kamar
  • Air mineral gratis sebagai persediaan minuman kalian

Semua fasilitas diatas dengan harga yang murah meriah. Kalian kaget tidak? Hahaha. . .

Nah, betapa hebatnya RedDoorz, makanya saya sangat sangat berharap kalau RedDoorz bisa menjangkau semua wilayah wisata di dunia ini tentu karena memang harga yang ditawarkan bisa meminimalisir pengeluaran travelling. Apalagi untuk yang biasanya backpacker-an, daripada menginap di masjid atau pom bensin, kenapa tidak coba menggunakan RedDoorz untuk pengalaman tidur murah meriah namun mewah.

Terakhir, apakah saya mampu untuk berkunjung ke markas klub-klub besar tersebut dan mencoba lapangannya untuk bermain bola plastik untuk sekedar nostalgia?

Sumber Gambar : Freepik, Google Image, Dokumentasi Pribadi, Flaticon
Sumber Tulisan : Website RedDoorz, WikiPedia, Pemikiran Pribadi

Leave a Comment