Pasangan Emas Baru Telah Lahir, Inilah ASUS VivoBook Pro F570

Seperti itulah yang saya katakan ketika teman saya bertanya mengenai laptop apa yang bagus untuk dibelinya. Entah yang dia maksud soal prosesor atau kartu grafisnya. Kalau yang dia tanya masalah prosesor bagus AMD atau Nvidia, ya saya jawab AMD karena Nvidia tidak memiliki produk prosesor, dan Nvidia hanya sebagai kartu grafis yang “menumpang” pada prosesor Intel.

Tapi, pertanyaan seperti itu sudah pasti menjurus ke arah kartu grafis yang bagus menggunakan AMD yang dikomandani oleh Radeon atau Nvidia. Kalau kartu grafis, jawaban saya seperti diatas. Saya akan jawab pilih Nvidia saja daripada harus beli laptop AMD-Radeon. Kenapa?

Begini ceritanya guys. . . .

Malam itu saya datang ke sebuah konter service HP dan laptop untuk membangunkan HP adik saya yang sedang koma. Karena ingat kalau saudara saya juga sedang service laptop disini, saya pun berbincang dengan pemilik sekaligus tukang servicenya.

Nah, dari situlah pemikiran saya sudah paten untuk tidak menggunakan laptop bertenaga AMD-Radeon. Parahnya lagi, laptop saudara ini baru setahun dipakai dan permainan yang dimainkan hanyalah Dota 2. Entah bagaimana cara mainnya kok bisa VGAnya sampai terbakar. 

Selain itu juga, Nvidia menurut saya sudah masuk kedalam all in one yang mana berbicara soal performa dan kualitas tidak perlu diragukan lagi. Belum lagi dukungan pihak ketiga seperti forum, developer baik game maupun aplikasi sudah sangatlah banyak, jadi kalau ada masalah dengan Nvidianya sangat mudah untuk diperbaikinya.

Hingga suatu hari, ketika saya hendak service laptop sekolah Ibu saya di Hi-Tech Mall Surabaya, iseng saya tanya soal AMD vs Nvidia ini ke tukang servicenya. Jawabannya bikin saya agak kaget.

Mas, menurut sampean, apik ndi AMD opo Nvidia?” – (Mas, menurut masnya bagus mana, AMD atau Nvidia?).

Lek aku pilih AMD mas, murah, dan tampilan sing dihasilkno e iku apik. Lek gawe ngegame yo oke dan lebih jelas ngunu gambare. Gawe editing yo mantep lho” – (Kalau aku pilih AMD mas, murah, dan tampilan yang dihasilkannya itu bagus. Kalau untuk main game ya oke dan lebih jelas gitu gambarnya. Untuk editing juga mantep lho).

Dan saya bingung. . . .tapi tetep masih No AMD AMD Club.

Semakin kesini, saya menyibukkan diri dengan melamar sebagai content creator di Google. Bahasa keren aja sih. Sebagai content creator, saya dituntut untuk bisa. . . .

Sek sek mas, content creator iku opo toh?” – (Sebentar sebenar mas, content creator itu apa?).

Oke, content creator adalah :

Jadi, saya ada tugas untuk membuat artikel, bikin desain atau infografis biar menang lomba blog, ataupun buat video beserta editingnya untuk video pendukung.

Karena saya sudah menggunakan laptop tenanga Intel + Nvidia tentu saja semua pekerjaan itu tidak ada masalah sampai pada saatnya saya diajak teman untuk gabung di sebuah startup media di Surabaya. Tentu saja sebuah startup disini saya bukan sebagai blogger lagi, tetapi sebagai content writer alias tukang bikin artikel untuk website. Disuruh mengurus SEO juga.

Kalau startup tentu ada yang namanya tim. Ada tim fotografer, tim desain grafis, tim videografer, dan tim content writer mengingat kita adalah startup yang bergerak di media. Disini saya melihat teman saya yang masuk kedalam tim yang berhubungan multimedia menggunakan laptop bertenaga AMD.

Wah wah wah, ada apa ini. . .

Penasaran dong saya kok pada menggunakan laptop AMD. Dijawab :

Gak ngerti mas, murah ae seh, dan gawe edit foto yo uwes mantep, gambar e ketok apik” – (Tidak tahu mas, murah saja, dan untuk edit foto juga sudah mantap, gambarnya kelihatan bagus).

Hasil video ne apik Dir, cobaen deloken” – (Hasil videonya bagus Dir, coba lihaten).

Dilihat-lihat ya juga sih, gambar dari laptop teman yang AMD lebih jelas daripada Nvidia. Dan, ini bisa dibilang perlu juga untuk kebutuhan editing video juga foto saya, dan main game biar musuhnya lebih kelihatan jelas. Mikir juga “ah kayaknya gak mungkin ada laptop yang gabung prosesornya AMD tapi VGAnya Nvidia, hahaha“.

Sekarang, ASUS mewujudkannya kedalam bentuk ASUS VivoBook Pro F570. Pasangan emas baru telah lahir dan siap mengalahkan pasangan emas Captain Tsubasa dan Misaki.

Ketika saya tahu kalau ternyata ASUS meluncurkan ASUS VivoBook Pro F570 dengan duet maut AMD + Nvidia, rasanya seperti “Oh, it’s impossible !!”.

Bayangkan, 2 merek terkenal bersaing di area VGA ini akhirnya bisa disatukan dalam sebuah laptop bernama VivoBook Pro F570. Kalau untuk desktop tentu akan beda lagi kasusnya karena di desktop kita bisa atur penuh rakitan yang diinginkan. Mau Intel + Radeon, AMD + Nvidia mah bebas. Kalau di laptop ini adalah PERTAMA.

Bisa dibilang menjadi salah satu impian para content creator yang mengandalkan performa juga tampilan guna urusan sebuah hasil karya. Pelaku industri gambar digital tentu saja bisa sangat gembira karena kini sudah tidak perlu lagi menggunakan komputer untuk bekerja, karena dengan ASUS VivoBook Pro F570, semua sudah bisa didapatkan. Gambar oke membuat hasil tidak akan ada yang miss, performa dapat agar semua beres sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Di tubuh ASUS VivoBook Pro F570 ini dipersenjatai prosesor dari AMD Ryzen 5 atau Ryzen 7 (tergantung harga dan tipe) yang mana prosesor tipe Ryzen saat ini menjadi andalan lini dari produsen AMD. Masalah kartu grafis, ASUS VivoBook Pro F570 membawa produk dari Nvidia yakni GeForce GTX 1050.

Lho Dir, emang e kenopo kok AMD karo Nvidia digabung?” – (Lho Dir, memangnya kenapa kalau AMD sama Nvidia digabung?).

SEMPURNA. AMAZING PERFORMANCE.

Ini jadi laptop pertama yang mengusung 2 merek terkenal ini bro. Belum ada produsen laptop lain yang menggabungkan kedua merek ini, apalagi mereka ini saingan untuk urusan VGA atau kartu grafis.

Sebuah hasil karya yang masterpiece dengan memadukan warna hitam di bagian body laptop dengan garis berwarna biru yang dinamakan lightning blue edges pada tepian seluruh body dan logo dimana diberikan juga brush finish, membuat ASUS VivoBook Pro F570 ini berkata “I’m a handsome man with a charming personality“. Bener-bener elegan. Coba cek deh :

Lebih cantiknya lagi kalau ternyata tebal dan beratnya itu hanya 21.9mm dan 1.9 kg. Sangat cocok sekali untuk para pekerja kreatif yang biasanya bekerja tidak harus berada di kantor ataupun meja kerja, bisa di taman, perpustakaan, dan lain-lain. 

Saya juga sedang ngidam untuk punya laptop tipis juga ringan namun tetap membawa performa dewa sebab terkadang saya bekerja 3 hal sekaligus, bikin artikel, editing foto, dan juga edit video. Nah, karena memang mengandalkan sisi kreatifitas maka saya biasanya suka berpindah-pindah tempat kerja. Selain itu, bentuk yang tidak kalah dengan merek putih sebelah, tentu saja saya tidak perlu khawatir untuk “menenteng” laptop “dual-in” ini kemanapun. Sangat Eye Catching Look.

Rasanya ada yang kurang kalau ngomongin Amazing Performance tapi tidak ngomongin seberapa cepat dan tangguh sih laptop ASUS VivoBook Pro F570 ini?

Untuk hatersnya ASUS, baca ini.

ASUS VivoBook Pro F570 ini akan membawa Windows 10 sebagai sistem operasinya. Bukan Windows 7 ataupun XP. Agar mendapatkan keseimbangan yang sempurna, 8 GB DDR4 RAM akan diikutkan ke dalam tubuh VivoBook Pro F570, dan itu bisa di-upgrade sampai 16GB, support dual-channel. “Lho he lho he, laptopmu isok?“, kata ASUS VivoBook Pro F570 – (Lho he lho he, laptopmu bisa?).

Dengan line-up “jeroan” tersebut tentu saja semua aplikasi, semua pekerjaan bisa dilibas dengan mudah oleh laptop ini. Mau desain menggunakan Adobe Illustrator yang bertumpuk-tumpuk? Tidak masalah. Mau edit video 4k dengan kualitas gambar yang sempurna? Hmm, monggo silahkan. Atau main game yang tanpa lag? Hmm, ada game lain yang lebih berat?

Belum lagi masalah storage untuk varian tertinggi sudah mengunakan 1 TB HDD + 256G M.2 SATA3 SSD. Kalau varian lebih murahnya masih menggunakan hardisk 1 TB. Laptop ASUS saya yang menggunakan hardisk 500 GB sudah lebih dari cukup, apalagi ini ditambah SSD. Ngebut but but but. . . . .

Gengsi dong kalau laptop dewa cepat ngedrop baterainya. Ya nggak? Sayangnya, itu sudah tidak berlaku lagi di ASUS VivoBook Pro F570 karena disini baterainya sudah memiliki fitur 3x masa pakai baterai lithium-ion pada umumnya dan pernah nggak sih kalian mendengar teknologi fast charging di laptop? Di ponsel doang kan ya? Tapi di ASUS VivoBook Pro F570 ini ada fast charging yang dapat mengisi baterai hingga 60% hanya 49 menit.

Selain itu, dibekali pula fitur-fitur canggih yang mendukung kekuatan baterai laptop in, seperti gambar berikut :

Baterai yang awet juga menjadi idaman para manusia di bumi ini. Tidak hanya ponsel saja, kalau bisa laptop juga bisa seawet ponsel daya baterainya. Tahan seharian. Kadang kalau saya kerja di kafe ataupun tempat umum lainnya, ketersediaan colokan bisa seperti gebetan, gak ada.

Karena kebutuhan yang dijamin akan meningkat, tentu saja ASUS VivoBook Pro F570 tak ingin mempermalukan dirinya sendiri dari segi layar sebab inilah interaksi utama pengguna dengan laptopnya. Ekspetasi tampilan yang dikeluarkan oleh layarnya sangat tinggi, membuat ASUS tak main-main menggunakan spesifikasi maksimal demi kepuasan pengguna. 

Layar yang sudah Full HD dengan tampilan layar yang luas hingga 178 derajat tentu mata pengguna akan lebih terpuaskan melihatnya. Selain itu, ada fitur terembunyi yaitu teknologi layar ASUS Splendid dengan fungsi memberikan warna yang lebih kaya, lebih dalam dan lebih akurat. Seperti ini hasilnya :

Dengan begitu content creator yang biasanya terjun ke dunia YouTube ataupun foto digital sangat bisa terbantu dengan adanya teknologi ASIS Splendid dan teknologi layar super kece karena memang hasil karya mereka adalah video atau foto yang dilihat oleh mata.

Ah ini pasti kontennya ABCD kayak kemarin“.

Bosen ah struktur kontenya gitu-gitu aja“.

Ah pasti habis gini huruf F“.

Muehehehe tidak seperti itu Asmiguso. . . .

Lanjut ke masalah audio yang dihasilkan oleh sebuah laptop. Bagi yang suka menonton film ramai-ramai di laptop, akhirnya hasrat kalian untuk mendengarkan dialog antar scene dengan jelas bisa terpuaskan sebab kalau kalian menonton film di ASUS VivoBook Pro F570 ini, kalian tidak akan teriak “hah hah hah” karena suara percakapannya tidak terdengar.

Rahasianya adalah kalau ASUS VivoBook Pro F570 sudah membawa teknologi Sonic Master ASUS X Series yang dididukung oleh prosesor. SonicMaster merupakan teknologi perpaduan khusus perangkat keras dan perangkat lunak pintar yang dirancang untuk memberi kita sebagai penggua memiliki kontrol audio penuh untuk suara yang benar-benar luar biasa baik ketika menonton film, mendengarkan musik, ataupun bermain game. Jadi, akan terlihat sangat nyata suaranya.

Sebagai pekerja nomaden tentu saja keamanan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan karena memang bekerja di tempat umum dengan orang-orang yang belum kita kenal tentu saja keamanan yang ada dalam laptop adalah utama.

Kebetulan ASUS VivoBook Pro F570 ini sudah melengkapi dirinya dengan keamanan super ketat, dengan sensor fingerprint pada touchpad yang sudah di support Windows Hello membuat login cepat dan aman. Jadi, kita tidak perlu lagi repot mengetikkan kata sandi yang siapa tahu bisa diintip oleh orang lain di sekitar kita.

Sayangnya, masih belum semua jari tangan mampu terdeteksi oleh fingerprint ini, salah satunya adalah jari dari buah tangan. Waduuhhh. . . .

Sebuah pendukung yang lengkap sudah disematkan kedalam body ASUS VivoBook Pro F570 yaitu konektivitas. Port-port yang ada sudah siap menerima koneksi apapun yang dibutuhkan oleh penggunanya. Ada :

  • 1 x Microphone-in/Headphone-out jack 
  • 1 x Type-C USB 3.0 (USB 3.1 Gen 1) 
  • 1 x USB 3.0 port(s) Type A
  • 2 x USB 2.0 port(s)
  • 1 x RJ45 LAN jack for LAN insert 
  • 1 x HDMI, Mendukung HDMI 1.4
  • 1 x Fingerprint reader (Optional)
  • 1 x AC adapter plug 
  • 1 x micro SD card

Kalau lengkap begini, sebagai pengguna sudah tinggal pakai dan semua sudah tersedia. Tidak perlu bingung cari konektor ataupun sejenisnya.

Selain kelengkapan input diatas, ASUS VivoBook Pro F570 juga dipersenjatai koneksi WiFI 802.11ac dual-band yang akan memberikan kecepatan 6x lebih cepat dari 802.11n. Dan, tidak lupa dengan Bluetooth® 4.1 untuk masalah transfer data yang lebih cepat. Lebih cepat dari ketika kamu memiliki pacar baru setelah putus dari aku.

Salah satu kenapa saya ingin memiliki ASUS VivoBook Pro F570 karena keyboardnya bisa menyala dalam gelap (backlit keyboard) tidak seperti kamu, menyala dalam gelapnya hatiku tapi itu hanya sesaat. Soalnya saya sering bekerja dalam kamar bersama adik saya, dan lampu selalu dimatikan. Jadi, agak kesusahan kalau mengetik.

Selain itu, tuts keyboardnya lumayan lebar, 1.4 mm. Ini tentu saja akan memberikan kenyamanan ketika mengetik dan meminimalisir terjadinya salah ketik. Cocok untuk blogger biar artikel cepat selesai, invoice cepat cair. Keuntungan lainnya biasanya ada pada gamers karena memang gamers menggunakan keyboard untuk bergerak.

Dengan keyboard yang lebar pengalaman main game akan lebih menyenangkan. Tak lupa pula ASUS memberikan ventilasi panas di bagian atas keyboard yang dinamakan dengan cooling grill.

Sebuah hasil karya yang mengejutkan dari ASUS untuk membuat laptop pertama yang mengawinkan dua produsen teknologi besar dunia, AMD dipadukan bersama Nvidia untuk memberikan kepuasan lebih kepada pengguna, khususnya untuk para content creator seperti saya.

Kualitas warna yang dihasilkan dari kekuatan AMD menjadi lebih maksimal dengan dukungan performa dari Nvidia. Hajar semua kebutuhan content creator. Harganya mulai dari Rp. 11.799.000 dan bisa dibilang ini tidak terlalu mahal mengingat ini laptop pertama dengan teknologi AMD dan Nvidia didalamnya.

Tuku e nangdi iki Dir?” – (Belinya dimana ini Dir?).

ASUS VivoBook Pro F570 Ryzen 7 juga dijual eksklusif di JD.ID, melalui mobile site di https://m.jd.id/camp/asus-f570zd-r7591t-316210179.html atau desktop site di https://www.jd.id/campaign/asus-f570zd-r7591t-3162.html

Sumber Gambar : Freepik, Shutterstock, Situs Resmi ASUS, Dokumentasi Pribadi
Sumber Tulisan : Situs Resmi ASUS, Pengalaman Pribadi, WikiPedia, Situs Bloggerborneo

1 thought on “Pasangan Emas Baru Telah Lahir, Inilah ASUS VivoBook Pro F570”

Leave a Comment