Aplikasi Mencari Makanan Gratis atau Murah untuk Anak Kos - Dirga

Aplikasi Mencari Makanan Gratis atau Murah Segera Meluncur

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Aplikasi Mencari Makanan Gratis atau Murah – Mas dan mbaknya apakah anak kos?

Atau mungkin mas dan mbaknya adalah pekerja yang tinggal seorang diri?

Atau bahkan mas dan mbaknya seoarang perantauan yang makan hanya 3 minggu di awal bulan saja?

instantdeploy

Itulah kenapa mas dan mbaknya harus membaca artikel berikut ini. Dengan selesai membaca artikel ini, diharapkan mas dan mbaknya sudah tidak lagi makan 3 minggu di awal bulan saja, dan tidak perlu membeli banyak obat sakit maag lagi (kecuali memang sakit maag).

Sebelum masuk ke bagian inti kenapa mas dan mbaknya harus membaca artikel ini, saya akan coba bertanya, apakah mas dan mbaknya malu-malu ketika ingin mengajak ngobrol orang yang baru atau belum dikenal?

Jawaban iya atau tidak sebenarnya tidak menjadi masalah.

Apakah mas dan mbaknya ketika bertamu ingin membawa pulang makanan yang ada di toples yang sebenarnya mungkin sudah ada sejak lebaran kemarin?

Kalau mas dan mbaknya adalah anak kos atau anak perantauan mungkin bukan menjadi sebuah masalah asal bisa dimakan, tetapi di lain sisi, mas dan mbaknya atau sang pemilik makanan juga tidak bisa membuka obrolan soal pemindahan kepemilikan makanan yang ada di toples tersebut.

Maksudnya begini, ketika bertamu, mas dan mbaknya sedang disuguhkan makanan toples sisa hari raya kemarin dan mas dan mbaknya ingin membawa pulang makanan tersebut. Sang pemilik rumah mungkin sudah tidak lagi berminat dengan makanan tersebut, dan bingung akan diberikan kepada siapa.

Nah, tetapi sang pemilik rumah tidak enak untuk memberikan kepada mas dan mbaknya makanan “sisa” lebaran itu, kan? Makanan sisa kok diberikan. Dan, di sisi lain, mas dan mbaknya juga tidak enak untuk meminta sang pemilik makanan tersebut untuk membawa pulang sisa makanan lebaran itu.

Sampai sini sudah mengerti?

Untuk itulah saya ingin membuat sebuah aplikasi untuk memfasilitasi antara sang empu pemilik makanan, baik sisa ataupun makanan baru, dengan orang lain yang ingin mencari makanan yang diinginkannya, meski sisa tidak menjadi masalah asal masih layak makan.

Contoh makanan sisa yang masih layak makan mungkin ada sisa kue kering lebaran, atau sayur yang sudah dibikin tetapi orang rumah tidak ada yang makan.

Faktor-Faktor Pendukung Pembuatan Aplikasi Makanan Murah

Faktor 1 – Limbah Makanan Semakin Tak Teratasi

Aplikasi makanan murah atau bisa dibilang gratis ini, sesungguhnya diperuntukkan untuk mengurangi jumlah limbah sisa makanan yang ada di bumi.

Bisa dibilang limbah makanan ini sudah menjadi sangat bermasalah yang dihadapi oleh dunia. Menurut informasi dari Oliver Wyman menyebutkan bahwa Organisasi Pangan Dunia memperkirakan sepertiga dari produksi pangan manusia hilang atau menjadi limbah. Jumlah ini jika dikonversi adalah sekitar 1.3 miliar ton per tahun.

Sepertiga dari produksi pangan manusia hilang atau menjadi limbah. Jumlah ini jika dikonversi adalah sekitar 1.3 miliar ton per tahun. – Oliver Wyman

Bahkan, di Hongkong, tahun 2011 kemarin, 3.600 ton limbah makanan dibuang oleh warga Hongkong setiap hari. Nah, lho !!

Mirisnya adalah menurut data yang dihimpun oleh Organisasi Food Bank di negara bagian Los Angeles, menyatakan bahwa, 1 dari 6 setiap 16% penduduk di negara bagian Los Angeles dipengaruhi oleh rasa kelaparan. Sedangkan, sumber  di negara bagian Minnesota sendiri, 1 dari 6 anak-anak hidup dengan rasa kelaparan.

Sebenarnya juga tidak perlu jauh-jauh hingga ke benua Amerika. Tetangga mas dan mbaknya sendiri pasti ada yang seperti itu. Makan kalau ada, kalau tidak ada ya tidak makan.

Untuk itulah, saya mencoba membuat sebuah aplikasi, tidak bagus mungkin, tetapi setidaknya saya ingin mencoba menjadi sedikit berguna untuk mereka. Sebagai penghubung antara sang pemilik makanan dan yang butuh makanan.

Faktor 2 – Penghubung Sesama

Menyambung ke pertanyaan pertanyaan keempat soal apakah mas dan mbaknya malu untuk bertukar sapa atau membuka obrolan dengan orang baru yang belum dikenal.

Jawaban iya atau tidak bukan menjadi masalah, karena dengan aplikasi ini mas dan mbaknya layaknya sebagai pembeli dan penjual.

Tetapi, pernahkah mas dan mbaknya bertanya kepada orang lain, “mas atau mbak, mau menghabiskan makanan saya, kebetulan saya belinya kelebihan.”. Pasti tidak pernah kan?

Dan, ketika mas dan mbaknya ingin bertanya seperti ini, pasti di dalam hati berkecamuk soal apakah mas atau mbak yang saya tawarin makanan ini mau atau tidak, kenyang atau masih lapar. Begitu juga dengan pihak orang tersebut, di dalam hati berkecamuk apakah mas atau mbak itu mau memberikan makanan sisanya kepada saya, kebetulan saya ingin sekali. Mau minta juga pasti malu kan?

Bisa dimengerti?

Itulah gunanya aplikasi makanan gratis atau murah ini.

Aplikasi Makanan Gratis atau Murah

Aplikasi mencari makanan gratis atau murah (FoodSharing) memang dikhususkan untuk mengurangi terjadinya limbah makanan dari sisa-sisa makanan yang dibuang.

Aplikasi ini akan menghubungkan antara sang pemilik makanan dengan sang pencari makanan tanpa harus malu untuk bertanya. Layaknya aplikasi toko online yang sudah banyak beredar tetapi dalam konteks makanan sisa.

Aplikasi ini saya dapat dari dosen pembimbing saya dan kebetulan juga saya mulai dari tugas akhir yang saat ini masih saya kerjakan sekitar 75 persen. Dan, rencananya akan saya teruskan nantinya.

Aplikasi mencari makanan gratis ini rencananya saya bangun dengan basis website, karena selain masih belum mengerti soal pemrograman Android atau iOS, saya cukup mengerti bagaimana cara membuat website yang kali ini membangun website mencari makanan gratis atau murah.

Sistem kerja aplikasi mencari makanan gratis bisa dibilang sangat sederhana. Sang pemilik makanan hanya perlu memasukkan makanan sisa yang masih layak makan ke aplikasi ini, dan sang pencari makanan dapat menemukan makanan tersebut. Ketika memang dirasa cocok, sang pencari makanan segera membuat persetujuan atau booking makanan tersebut agar tidak diambil orang lain, dan segera mengambilnya ke lokasi yang sudah ditentukan sang pemilik makanan.

proses foodsharing

Kalau tidak mengerti, gampangannya seperi halnya membeli barang secara online dan melakukan sistem COD (cash on delivery).

proses cod cash on delivery

Aplikasi ini memanfaatkan sistem GPS (Global Positioning System) dengan nantinya akan muncul lokasi-lokasi mana yang dibuat untuk mengambil makanan tersebut dengan ketentuan radius beberapa kilometer di sekitar.

Kalau mas dan mbaknya membuka aplikasi ini di lokasi A, maka nanti radius misalnya 2 kilometer akan terlihat tempat pengambilan makanan tersebut, lalu pilih makanan yang diinginkan, dan segera untuk mengambilnya.

sistem foodsharing

Aplikasi ini memiliki rencana akan mengusung sistem tanpa biaya atau gratis. Jadi, semua makanan yang ditawarkan kepada aplikasi ini diharuskan tanpa biaya atau gratis karena memang intinya adalah berbagi kepada sesama.

Sebenarnya, aplikasi semacam ini sudah ada di Android, tetapi ini saya kembangkan dengan ketentuan tersendiri untuk memudahkan pengguna, khususnya mas dan mbaknya yang membutuhkan makanan.

Kenapa saya kembangkan aplikasi ini dengan berbasis website, karena saya bisa dibilang sudah sering membuat website sendiri, baik untuk klien maupun digunakan sendiri.

Selain itu, panduan bagaimana cara membuat website sudah banyak tersedia di internet sehingga bukan menjadi masalah yang serius untuk membangun dan mengembangkan aplikasi berbasis website.

Ditambah, aplikasi berbentuk website ini tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak seperti halnya aplikasi Android atau iOS yang mungkin harus minimal spesifikasi seperti ini, seperti ini.

Lantas mas dan mbaknya mungkin akan bertanya kepada saya bagaimana cara membuat website yang benar, dan minta tolong untuk dibuatkan website maupun toko online.

Tenang saja, sekarang teknologi dan terobosan makin canggih. Mas dan mbaknya hanya perlu mengikuti 3 langkah saja.

Cara Membuat Website Sendiri dengan Mudah

Caranya mas dan mbaknya bisa memanfaatkan fasilitas pembuatan website dari situs Domainesia. Di Domainesia mas dan mbaknya bisa membuat website atau toko online secara murah. Yang penting tidak ribet, dan pastinya terpercaya.

Tinggal klik, bayar, jadi.

Langkah awal, silahkan buka situs Domainesia, dan pilih Web Apps.

cara membuat website

Langkah kedua, pilih pembuatan website yang diinginkan. Bisa memilih membuat website atau blog, toko online, forum online atau lainnya.

cara membuat website

Langkah ketiga, pilih saja yang paling populer, karena akan banyak yang menggunakan tersebut berarti banyak juga panduan-panduan yang mungkin mas dan mbaknya butuhkan nanti. Lalu klik Pesan.

Langkah keempat, tentukan hosting yang digunakan. Hosting disini ibaratnya rumah. Dalam awal-awal mungkin saya tentukan yang paling murah dengan kapasitas 300 MB saja dengan lokasi di Jakarta dan sewa selama 1 bulan terlebih dahulu.

cara membuat website

Langkah kelima, pilih nama domain yang sesuai. Panduan bagaimana memilih domain yang baik atau memilih nama blog silahkan baca artikel saya soal mencari nama blog atau nama domain yang benar.

cara membuat website

Pilih saja yang 1 tahun dulu, kalau cocok diperpanjang nanti, dan bisa centang bisa nggak soal tambahan yang gratis-gratis saja.

Langkah keenam, tentukan username dan password yang nantinya digunakan untuk masuk ke blog atau website mas dan mbaknya.

cara membuat website

Langkah ketujuh, di bawah sebelah kanan, mas dan mbaknya bisa melihat total biaya yang harus mas dan mbaknya bayar nanti. Tentu saja ditambah dengan pajak. Kalau memang dihitung sudah benar, silahkan klik Masukkan Troli.

cara membuat website

Langkah kedelapan, koreksi kembali pemesanan yang mas dan mbaknya lakukan, sudah benar atau ada yang salah. Bila sudah dirasa benar, mas dan mbaknya masukkan alamat email dan password akun Domainesia.

cara membuat website

Silahkan daftar terlebih dahulu bila memang belum menjadi anggota.

Langkah kesembilan, setelah mas dan mbaknya login maka akan muncul tulisan untuk melakukan persetujuan pemesanan.

cara membuat website

– Langkah kesepuluh, mas dan mbaknya akan menerima invoice pembelian, dan mas dan mbaknya bisa pilih akan membayar ke bank mana. Domainesia menyediakan pembayaran lewat bank Mandiri, BCA, BNI, dan Paypal atau Kartu Kredit. Cukup lengkap pembayarannya.

cara membuat website

Langkah kesebelas, silahkan membayar dan tunggu blog atau website mas dan mbaknya jadi.

Sangat mudah bukan? Bahkan tidak perlu berhubungan langsung dengan kode-kode pemrograman yang rumit itu.

Nah, setelah menjelaskan bagaimana cara membuat website dengan mudah untuk mendukung pengembangan aplikasi mencari makanan gratis dan murah, yang nantinya diharapkan bisa lebih mengurangi dampak limbah makanan yang sudah menjadi masalah serius di belahan dunia manapun, juga menjadi ajang silaturahmi antar sesama.

Dan, bisa sedikit bisa mengurangi jumlah angka kelaparan di sekitar mas dan mbaknya, terutama untuk orang yang benar-benar membutuhkan.

Sedikit bantuan dari saya dalam membantu sesama dan semoga pengembangan aplikasi mencari makanan gratis bisa berjalan dengan lancar dan nantinya bisa digunakan untuk semua orang dan merasakan manfaat positifnya.

Tidak lupa agar artikek ini menjadi salah satu panduan dalam membuat website sendiri karena biaya yang keluar bisa sedikit lebih murah dibandingkan harus menggunakan jasa pembuatan website.

Sumber :

  1. Reducing Food Waste: How Can Retailers Help? – Oliver Wyman.
  2. A food waste & yard waste plan for hong kong – Environment Bureau.
  3. 2014 Annual Report – Los Angeles Regional Food Bank.
  4. Hunger Facts, Hunger Statistics | Second Harvest Heartland.
  5. Situs Domainesia.
Share.

3 Comments

Leave A Reply