Mengenal Domain Life Cycle atau Siklus Hidup Domain

Posted on

Mengenal Domain Life Cycle – Tidak hanya manusia saja yang memiliki kehidupan, ternyata domain juga memiliki kehidupan sendiri. Ini biasa disebut dengan domain life cycle atau siklus hidup domain. Bilamana Anda sedang mengincar nama domain yang keren atau sedang punya nama domain yang disayang, tentunya akan memperhatikan waktu kehidupan domain tersebut. Yang ingin mengincar domain yang sudah terdaftar, Anda pasti akan melihat kapan domain tersebut kadaluarsa atau expired sebelum diambil dulu oleh orang lain. Begitu juga yang ingin memperpanjang waktu kehidupan domainnya.

domain life cycle

Domain Life Cycle

Sebenarnya, apapun kepentingannya tetap saja Anda setidaknya memahami sedikit bagaimana siklus kehidupan sebuah domain atau domain life cycle agar tetap eksis dan tetap hidup di dunia perinternetan atau sebelum dihapus dan diambil alih oleh orang lain. Untuk itu, ada beberapa istilah yang bisa dijadikan acuan ketika ingin terus memiliki nama domain atau ingin mengambil alih nama domain yang sudah tak bertuan. Ini khusus untuk domain gTLD atau Global Top Level Domain seperti .com, .net, .org, .info, dan .biz. Untuk ekstensi lainnya mungkin akan sedikit berbeda tergantung masing-masing penyedianya.

Available

Kalau menemukan domain dengan status Available ketika ingin membeli domain di penyedia domain di seluruh dunia maka bisa dipastikan kalau domain dengan status ini bisa dibeli dan digunakan alias tidak ada yang memiliki.

Masa berlaku domain sekali pembelian itu 1 tahun, jadi ketika sudah hampir 1 tahun maka siapkan dana untuk memperpanjangnya. Kalau lupa nanti bisa diambil orang. Rugi kalau sudah mengembangkan website dengan domain tersebut dan harus diambil orang lain. Kalau pacaran jangan sampai bosan, nanti diambil yang lain.

Active atau Registered

Bilamana menjumpai status domain seperti ini maka domain berada dalam status yang sudah dimiliki oleh orang lain atau sudah dapat digunakan dan dibeli. Ibarat pacar ya sudah ada yang punya. Untuk mengetahuinya bisa menggunakan layanan dari WHOIS atau bisa dicek di penyedia domain di internet. Tenang saja, bukan berarti tidak bisa kita ambil alih atau kita beli karena domain sendiri ada masa berlakunya hingga maksimal 10 tahun.

domain whois

Masa renewal juga ikut masuk dalam status ini karena kalau misalnya terlambat memperpanjang masa aktif domain, dan ingin mengaktifkannya kembali nanti ada denda yang cukup besar.

Expired

Pasti sudah tahu dari namanya kalau domain yang sudah masuk status Expired artinya domainnya sudah kadaluarsa dan bisa langsung baca ke status selanjutnya.

Auto-Renew atau Registrar-Hold atau Grace Period

Status ini merupakan status peralihan untuk pemilik domain, karena domain bisa dibilang masih dianggap milik sang empunya domain dan bisa dilakukan perpanjangan masa aktif. Segera perpanjang masa aktifnya kalau tidak ingin kehilangan nama domainnya.

Pending Delete-Restorable atau Redemption Period

Ini adalah status dimana waktunya si pemilik domain dapat mengeluarkan uang yang cukup besar untuk tetap memiliki domainnya. Masanya adalah 30 sejak status Grace Period. Biaya yang harus dikeluarkan kalau tidak salah sekitar $100 untuk 1 domain yang sudah masuk ke status ini.

Pending Delete atau Hold Period

Nah, ini status terakhir sebelum akhirnya masuk ke lubang ketersediaan domain tanpa pemilik. Lamanya sekitar 5 hari dari status Pending Delete asal sang pemilik domain tidak ingin memperbaruinya. Kalau sudah menemukan domain dengan status ini maka cepat-cepat pasang harga dan membelinya.

Tapi, kalau menemukan domain expired butuh berapa lama hingga bisa dibeli dan didaftarkan atas nama kita?

Kalau dilalukan hitungan total sekitar 80 hingga 100 hari atau 3 bulan. Misalnya menemukan domain yang expirednya tanggan 1 Juli 2017, maka bisa didaftarkan kembali bulan Oktober-November. Kalau nama domainnya mudah dihafalkan, singkat, dan memiliki prospek bisnis, maka bisa dipastikan ketika sudah tidak diperpanjang akan banyak mencarinya dan harus segera dibeli. Jadi harus cepat-cepat.

Sebenarnya kalau ada nama domain yang benar-benar penting, misalnya untuk brand usaha, bisa pakai jasa Backorder Domain. Dengan menggunakan layanan Backorder Domain, maka ketika domain yang diinginkan dilepas ke pasaran, bisa secara langsung didaftarkan atas nama kita. Lebih cepat gampangnya. Enaknya dibayar ketika jasa Backorder Domain tersebut sudah dapat domain yang kita inginkan, tapi ya agak mahal biasanya.

Sekian artikel soal domain life cycle atau siklus hidup domain dari dirga.net sebagai pedoman untuk mencari nama domain yang diinginkan agar tidak dimiliki oleh orang lain. Setidaknya bisa untuk berjaga-jaga kapan waktu yang tepat untuk segera memiliki domain tersebut.

6 thoughts on “Mengenal Domain Life Cycle atau Siklus Hidup Domain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *